Iklan Katakan Tidak .... Dikaji Bawaslu
Selasa, 17 Februari 2009 – 15:29 WIB

Iklan Katakan Tidak .... Dikaji Bawaslu
JAKARTA- Pemilu sebentar lagi, kampanye gelap pun mulai bergentayangan. Kini, iklan 'Katakan Tidak, pada Pemimpin yang tidak menepati Janji' sedang dipersoalkan banyak pihak. Iklan yang ditayangkan sejumlah televisi nasional ini, belakangan tidak diketahui identitas pemasangnya. Karena itu, Iklan ini dikategorikan sebagai iklan Black campaign. Benarkah? Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) masih belum menyimpulkan apakah bisa dikategorikan sebagai kampanye gelap atau bukan.
''Tim kami masih mengkaji iklan tersebut, masih terlalu jauh untuk memvonis iklan itu sebagai iklan black campaign,'' ujar anggota Bawaslu Bambang Cahyo Widodo kepada wartawan di Jakarta, Selasa (17/2).
Baca Juga:
Bambang mengaku sudah menyaksikan langsung iklan yang disebut-sebut menyerang pemerintahan SBY-JK tersebut. Hanya saja, menurut Bambang, di dalam iklan tersebut tidak terpampang pemasang iklannya siapa. Tidak ada keterangan sedikitpun yang menunjukkan pemasang iklan adalah PDI-P sebagaimana disinyalir sejumlah kalangan. Selain itu, apakah iklan itu menyerang SBY-JK juga tidak jelas karena memang tidak disebutkan.
"Megawati juga kan pernah menjadi pemimpin nasional. Masalahnya, apakah saat Mega memimpin semua janjinya juga terbukti? Jadi memang lebih banyak tidak jelasnya," tambah Bambang lagi.Karena tidak jelas, Bambang mengakui, iklan tersebut memang cenderung mengarah kepada Black Campaign. Pasalnya, di dalam UU, yang dimaksudkan Black Campaign adalah iklan yang tidak jelas siapa pemasangnya dan memuat unsur fitnah. "Tapi, kami masih menunggu bagaimana hasil telaah tim kami"' tandas Bambang. (ysd)
JAKARTA- Pemilu sebentar lagi, kampanye gelap pun mulai bergentayangan. Kini, iklan 'Katakan Tidak, pada Pemimpin yang tidak menepati Janji' sedang
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- Saksi Ahli Paparkan Prinsip Kewajaran dalam Gugatan Merek di Sidang Sengketa Minyak Gosok
- Satgas Damai Cartenz Buru Komandan KKB yang Kabur dari Lapas Wamena
- BPKH Limited Perkenalkan Bumbu Khas Indonesia untuk Katering Jemaah Haji di Arab Saudi
- Gelar Aksi di Kemendag, Ribuan Pengepul Minyak Jelantah Tuntut Solusi Penghentian Ekspor
- ISDS Gelar Diskusi Bertema Ancaman Nuklir di Semenanjung Korea Bagi Perdamaian Dunia
- Waka MPR Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik