Ilmuwan Gunakan Teknologi AI untuk Lacak Populasi Penyu dan Dugong di Pesisir Australia Barat
Teknik baru sedang dikembangkan di barat laut Australia dengan menggunakan kecerdasan buatan dan drone untuk membantu upaya konservasi hewan laut termasuk penyu dan dugong.
Mengetahui ukuran populasi di wilayah geografis tertentu sangat penting bagi para konservasionis untuk dapat memantau fluktuasi dan melacak kesehatan spesies secara keseluruhan.
Tetapi bahkan untuk makhluk yang sering terlihat, jawabannya tidak selalu mudah.
Menghitung jumlah penyu, misalnya, adalah pekerjaan yang sangat melelahkan.
Biasanya diperlukan jalan mondar-mandir pantai, menghitung jejak penyu betina bersarang di tempat-tempat seperti Exmouth selama beberapa bulan.
Tapi seperti yang ditunjukkan oleh ilmuwan peneliti senior CSIRO, Mat Vanderklift, metode tersebut membuahkan sejumlah masalah.
"Kamu benar-benar hanya menemukan penyu betina dewasa," katanya.
"Jadi penyu betina yang berusia 30 tahun atau lebih.
Teknik baru sedang dikembangkan di barat laut Australia dengan menggunakan kecerdasan buatan dan drone untuk membantu upaya konservasi hewan laut termasuk penyu dan dugong
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana