Ilmuwan Gunakan Teknologi AI untuk Lacak Populasi Penyu dan Dugong di Pesisir Australia Barat
Dr Hodgson telah mengerjakan alat yang tidak membutuhkan banyak orang atau keahlian untuk mendapatkan hasil yang sama.
"Kami telah mengembangkan perangkat lunak yang memungkinkan kami meninjau gambar survei udara secara manual dan terus menemukan lebih banyak contoh hewan yang ingin kami temukan," katanya.
"Kemudian kami memberi lebih banyak contoh ke dalam model untuk terus melatihnya sehingga menjadi lebih baik dan lebih baik dalam menemukan hewan.
"Kami mulai mengerjakan model AI ini lebih dari satu dekade yang lalu… kami masih memiliki banyak data yang masuk. Jadi, kami harus meningkatkan AI dengan cukup cepat selama beberapa tahun ke depan. Nantikan saja perkembangannya."
Memiliki AI yang secara otomatis mendeteksi dari citra udara dapat membantu upaya survei konservasi di negara-negara dengan sumber daya yang lebih sedikit.
Dr Hodgson mengatakan alat ini baru bisa diluncurkan ke belahan dunia yang lain tanpa pendampingan ahli ketika AI bekerja hingga titik di mana ia tidak membutuhkan manusia lagi untuk memverifikasi dan mendeteksi dugong.
"Kemampuan untuk melakukan survei semacam ini di seluruh jangkauan mereka akan benar-benar meningkatkan pemahaman kita tentang status konservasi dugong," katanya.
Citra drone juga dapat segera digunakan untuk menilai kondisi tubuh dugong.
Teknik baru sedang dikembangkan di barat laut Australia dengan menggunakan kecerdasan buatan dan drone untuk membantu upaya konservasi hewan laut termasuk penyu dan dugong
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana