Imbas Kebijakan COVID yang Ketat di Tiongkok, Apple Akan Memindahkan Produksi iPhone ke India

"Ini benar-benar menempatkan banyak orang dalam situasi yang sangat menantang, tapi pada dasarnya, ini adalah kebijakan politik dan nasional."
Profesor Gao mengatakan ada harga tinggi yang harus dibayar dari kebijakan ini.
Menurutnya kebijakan nol kasus COVID di Tiongkok telah menghabiskan anggara sejumlah pemerintah daerah dan mulai berdampak pada pemerintah pusat.
"Ketika [Pemerintah Tiongkok] meninjau laporan keuangan dalam persiapan Kongres Rakyat Nasional di bulan Maret, mereka akan menyadari perlunya biaya tinggi dan harus melakukan sesuatu untuk menghentikan kebijakan yang menguras anggaran," katanya.
Dia menyarankan Presiden Xi Jinping untuk menyatakan kemenangan dalam pertempuran melawan COVID sebelum kongres.
"Dia telah melakukan hal serupa di masa lalu seperti saat mengaku telah menindak keras sektor teknologi dan bisnis pendidikan," katanya.
Diproduksi oleh Erwin Renaldi dari laporan dalam bahasa Inggris
Apple akan memindahkan 25 persen produksi iPhone ke luar Tiongkok akibat kebijakan COVID-19 terlalu ketat yang masih diterapkan di Tiongkok
Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif
- Banyak Pebulu Tangkis Indonesia Tumbang di 16 Besar All England, Tiongkok Masih Mendominasi
- Dunia Hari Ini: Puluhan Tewas Setelah Kereta di Pakistan Dibajak
- Dunia Hari Ini: Kecelakaan Bus di Afrika Selatan, 12 Orang Tewas
- Apple Sedang Merancang Ulang iOS, iPadOS, dan MacOS
- Siklon Alfred 'Tak Separah yang dibayangkan', Warga Indonesia di Queensland Tetap Waspada
- Dunia Hari Ini: Mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte Ditangkap di Bandara