Imigran Suriah di Sydney Inginkan Keluarganya Jadi Pengungsi Ekstra di Australia

Sebuah pusat layanan migran di Sydney barat dibanjiri ratusan warga Suriah dan Irak yang putus asa untuk bertemu kembali dengan anggota keluarga mereka, yang melarikan diri dari perang.
Keluarga ini telah memberi rincian keberadaan mereka dengan harapan mereka bisa menjadi salah satu dari 12.000 pengungsi ekstra yang direncanakan Australia dalam dua tahun ke depan.
Sementara jutaan pengungsi Suriah dan Irak berada di kamp-kamp di Turki, Yordania dan Lebanon, banyak lainnya masih tinggal di gereja-gereja dan sejumlah tempat lainnya.
Carmen Lazar dan seorang relawan Pusat Layanan Migran Suriah memeriksa dokumen pendaftaran pengungsi UNHCR yang dibawa anggota keluarga.
Ada ketakutan bahwa pengungsi penuh harap ini bisa kehilangan perhatian dari para pejabat Australia saat mereka bertandang ke kamp-kamp.
Manajer Pusat Layanan Migran Suriah, Carmen Lazar, mengupayakan desakan ke pemerintah atas nama komunitas Sydney barat, yang banyak di antara anggotanya telah mendaftar untuk mensponsori kerabat mereka.
"Apa yang saya lakukan saat ini, pada dasarnya, membantu pemerintah dengan memberi rincian yang benar tentang keberadaan para pengungsi saat ini," katanya.
"Apa yang saya dapatkan sekarang adalah alamat tempat tinggal terbaru, nomor kontak mereka dan bahwa mereka telah disponsori oleh kerabat di Australia, nomor berkas imigrasi mereka, sehingga mereka dengan mudah bisa ditemukan," terangnya.
Sebuah pusat layanan migran di Sydney barat dibanjiri ratusan warga Suriah dan Irak yang putus asa untuk bertemu kembali dengan anggota keluarga
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana