Imigrasi Australia Diminta Persulit Pendatang yang Tak Mahir Berbahasa Inggris

"Saya kadang menangis ketika mandi dan bertanya-tanya 'apa yang saya lakukan di sini? Mengapa saya datang?'"
"Saya pernah mengalami masa-masa sangat sulit. Untunglah sekarang saya sudah merasa baik lagi."
Deniz saat ini bekerja di Auspat sebagai insinyur di berbagai proyek, termasuk proyek pembangunan tambahan jalur jalan Monash Freeway di Melbourne.
Tempatnya bekerja saat ini berniat memberinya sponsor agar ia bisa mendapat status penduduk tetap dan nantinya bisa jadi warga negara.
Visa permanen ke Australia menurun
Jumlah penerimaan migran permanen ke Australia saat ini setiap tahunnya adalah 160 ribu orang, turun dari sebelumnya yaitu 190 ribu orang.
Migrasi permanen adalah mereka yang diperbolehkan tinggal lama di Australia.
Di dalam kategori ini migran yang memiliki ketrampilan merupakan porsi terbanyak.
Di tahun 2020-2021, migran permanen untuk mereka yang memiliki ketrampilan jatahnya ada 79.600 orang, turun dari angka 125 ribu di tahun 2013-2018.
Kebijakan imigrasi Australia tidaklah menarik migran yang memberikan kontribusi ekonomi di masa depan, demikian pendapat lembaga pemikir Grattan Institute
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana