Incar Wisman Negara Tetangga, Kemenpar Ikut ITTE di Filipina

Sebelum kegiatan berlangsung, lanjut Pitana, juga akan ada PSA atau business matching online pada akhir Januari.
Menurutnya, hal itu bagus untuk diikuti menyasar pasar Filipina dan buyers negara lain.
"Target wisman makin besar, 17 juta tahun 2018. Ini membuktikan Kemenpar serius untuk menggarap pasar Asia, menyasar negara-negara tetangga agar mereka mulai berwisata ke tanah air kita," tambah Pitana.
Menpar Arief Yahya menyebut upaya berpromosi di ITTE 2018 itu cukup tepat. Sebab, sekarang pasar ASEAN, termasuk Filipina, sangat potensial.
“Bukan hanya pasar Filipina, tapi juga Malaysia, Hong Kong, Taiwan, Tiongkok dan Korea juga sudah mulai heboh berburu destinasi wisata bagus. Pameran ini membuat Indonesia harus terus lebih dikenal oleh negara tetangga Filipina,” kata Menpar Arief Yahya.
Menpar Arief Yahya menambahkan, investasi untuk berwisata ke Indonesia jauh lebih murah dibandingkan ke negara lain. Seperti tarif hotel, tarif masuk tempat wisata, biaya konsumsi serta belanja.
“Untuk belanja juga lebih murah dan lebih asyik Indonesia daripada negara lain. Jadi, silakan datang ke Indonesia, nikmati budaya kami, alam kami dan wisata buatan kami yang juga berkelas dunia," ujar Menpar Arief Yahya. (jos/jpnn)
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus mencari trik baru untuk menerobos pasar wisatawan mancanegara (wisman) dari negara-negara tetangga.
Redaktur & Reporter : Ragil
- Menpar Widiyanti Sebut Peringatan Nuzulul Qur'an Momen Memperkuat Nilai-nilai Kebajikan
- Wamenpar Ni Luh Puspa Petakan Potensi Wisata di Bali Timur, Ini Tujuannya
- Backstagers Indonesia Serahkan Manifesto Peta Jalan Industri Event ke Kemenpar
- Menpar Widiyanti Sampaikan 3 Poin Utama yang Perlu Diperbaiki di RUU Kepariwisataan
- Wamenpar Ajak Wisatawan Nikmati Wisata Alam di DeLoano Glamping Magelang
- Endry Lee, Sosok di Balik Kesuksesan MensaPro Indonesia