Indahnya Curug Bajing, Air Terjun di Pekalongan

Menurut Arif, kopi tersebut juga sudah pernah diikutkan dalam pameran mancanegara dan telah dikenal sebagai salah satu kopi organik hutan. Namun, lanjut dia, yang terpenting bukan penjualan produk itu, melainkan pesan untuk donasi dari hasil penjualan kopi bagi konservasi hutan. Khususnya owa jawa dan kera kecil yang menjadi khas Pekalongan.
’’Kemasan kopi ini juga diberi keterangan tentang asal-usul kopi di hutan serta keanekaragaman satwa langka di dalamnya,’’ jelas Arif.
Hutan Lindung Petungkriyono yang mengelilingi perdusunan Sokokembang merupakan surga bagi satwa endemik seperti owa jawa, surili, elang jawa, dan lutung. Populasi owa jawa yang masih tersisa di hutan tersebut hanya tinggal 50 ekor dengan tingkat kerapatan 7,57 ekor per kilometer.
’’Setidaknya, dengan kopi owa jawa khas Sokokembang ini, kita dapat mengampanyekan program penyelamatan hutan dan konservasi primata owa jawa yang populasinya hampir punah,’’ ungkapnya. (yan/JPNN/c15/diq)
Curug Bajing baru dikenal masyarakat luas. Namun, kecantikannya sudah banyak memikat para pengunjung di Eko Wisata Petungkriyono. Menyebut air terjun
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara