India Desak Pakistan Serahkan Tersangka Teror
Rabu, 03 Desember 2008 – 05:50 WIB

India Desak Pakistan Serahkan Tersangka Teror
MUMBAI – Teror Mumbai membuat pemerintah India lebih waspada. Tidak mau kecolongan lagi, pemerintahan Perdana Menteri (PM) Manmohan Singh merilis daftar teroris most wanted. Yakin ada keterlibatan Pakistan, India pun mendesak negara tetangganya itu segera menyerahkan para teroris yang menjadi buron itu. Berdasar keterangan tersangka, pemerintahan Singh pun lantas mendesak pemerintah Pakistan segera menyerahkan para buron. New Delhi yakin, ke-20 buron yang mereka cari selama ini bersembunyi di Pakistan. Termasuk Dawwod Ibrahim, buron paling dicari pemerintah India. Pentolan gangster India itu dipercaya sebagai otak teror bom di Mumbai pada 1993 lalu.
Daftar 20 teroris yang paling diburu India itu diserahkan kepada High Commissioner Pakistan pada Senin (1/12) malam. ”Buron nomor wahid India juga tercantum dalam daftar tersebut,” ujar Menteri Luar Negeri Pranab Mukherjee dalam wawancara dengan The Associated Press kemarin (3/12). Sambil menyerahkan daftar buron itu, New Delhi juga minta Islamabad segera mengambil langkah tegas.
Baca Juga:
Sementara, interogasi terhadap Ajmal Qasab, satu-satunya tersangka teror yang selamat dalam baku tembak dengan pasukan India, terus berjalan. Kepada penyidik dari Kepolisian Mumbai, tersangka tersebut mengatakan bahwa dia dan sembilan pelaku yang lain memang mendapatkan pelatihan khusus. Selama berbulan-bulan, mereka dididik di kamp-kamp milik militan Lashkar-e-Taiba di Pakistan.
Baca Juga:
MUMBAI – Teror Mumbai membuat pemerintah India lebih waspada. Tidak mau kecolongan lagi, pemerintahan Perdana Menteri (PM) Manmohan Singh merilis
BERITA TERKAIT
- Gempa M 7,2 Melanda Lepas Pantai Papua Nugini
- Gempa Myanmar, Korban Meninggal Dunia Mencapai 3.301 Orang
- Tornado Menyapu Amerika, 55 Juta Jiwa Terancam
- Trump Berulah, Macron Desak Perusahaan Prancis Setop Berinvestasi di Amerika
- Kanselir Jerman Sebut Donald Trump Merusak Tatanan Niaga Global
- Lebih dari 3.000 Orang Tewas Akibat Gempa Myanmar