Indonesia Alami 185 Bencana di Awal 2021, Pertanda Alam Sudah Rusak

"Longsor pada dasarnya disebabkan oleh erosi, tanah yang tidak kuat, pastinya karena tutupan dan fungsi lahannya sudah berubah."
'Banjir paling parah' yang pernah dialami warga

Ratna Dewi Sartika, akrab dipanggil Tika, lahir dan besar di Banjarmasin dan kini tinggal di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
"Sepanjang hidup saya, ini merupakan banjir paling parah yang pernah terjadi," ujarnya kepada Farid M. Ibrahim dari ABC Indonesia.
Ia mengatakan di beberapa tempat ketinggian air sempat mencapai tiga meter dan membuat banyak warga terendam dan terperangkap di rumahnya.
Ketika banjir mulai menggenangi kota Banjarbaru pada 12 Januari lalu, Tika ikut turun menangani ratusan pengungsi.
Lebih dari 200 orang korban banjir sekarang ditampung di UPT Balai Besar Pendidikan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Kementerian Sosial RI Banjarmasin yang berlokasi di Banjarbaru.
Tika menjelaskan, semua pengungsi ditempatkan di tempat tersebut yang memiliki "fasilitas lengkap", termasuk pengatur suhu udara di setiap kamar.
Data resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah mencatat ada 185 bencana di Indonesia hingga hari Kamis kemarin (21/01)
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Gempa Myanmar, Indonesia Kirim Bantuan Tahap Tiga
- Update Gempa Myanmar: Korban Meninggal Dunia Mencapai 2.800 Orang
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Ratusan Warga Muslim Tewas akibat Gempa Bumi di Myanmar