Indonesia Bisa Jadi Pengimpor Gas Pada 2022
Jumat, 04 Mei 2018 – 01:39 WIB

Ilustrasi PGN. Foto: Ist PGN for JPNN
Rencana umum energi nasional (RUEN) yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 2017 menetapkan target porsi energi dari migas pada 2050 sebesar 44 persen.
Dengan demikian, minyak dan gas bumi masih menjadi tulang punggung energi nasional dalam 20 sampai 30 tahun ke depan.
Berdasar data SKK Migas, produksi gas bumi nasional menurun sejak 2014.
Padahal, Kementerian Perindustrian memproyeksikan kebutuhan gas untuk industri terus melonjak hingga 2035. Yakni, dari 678.617,9 mmbtu pada 2012 menjadi 2,4 juta mmbtu pada 2035.
Peningkatan kebutuhan gas domestik juga datang dari sektor ketenagalistrikan dan rumah tangga. (vir/far/c11/sof)
Permintaan gas di tanah air tidak diimbangi dengan naiknya produksi minyak dan gas nasional.
Redaktur & Reporter : Ragil
BERITA TERKAIT
- Dirut Pertamina Minta Maaf ke Masyarakat: Kami akan Bekerja Lebih Baik Lagi
- Pertamina Hulu Energi Pacu Produksi Migas, Inovasi Menjadi Kunci Wujudkan Asta Cita
- Sikat Mafia Besar di Sektor Permigasan, Prabowo Dinilai Tak Main-main
- Komisi XII DPR Puji Langkah Strategis Pertamina untuk Capai Target di 2025
- Metode Steamflood PHR, Inovasi Anak Bangsa untuk Ketahanan Energi Nasional
- Pertamina Raih Predikat Global Top Rated Industry, Mampu Pertahankan Tingkat Risiko ESG