Indonesia Diduga Serang Komputer Bank Sentral Australia

Seperti insiden BoM, Bank Sentral Australia menolak untuk memberikan konfirmasi dan mengungkapan kasus ini lebih lanjut.
Para ahli seperti Nigel berpendapat bahwa hal itu adalah masalah besar.
"Mengingat kepercayaan yang diberikan dan keamanan dari warga Australia untuk menggunakan website pemerintah, mereka seharusnya mengatakan, 'ya kita punya masalah ini, apa pun itu dan kami bekerja sangat keras untuk mengurangi dan memperbaiki serta menanggapi insiden itu'," utaranya.
Ia berpendapat, seharusnya ada pelaporan wajib untuk pelanggaran data.
"Ini soal kepercayaan, keyakinan dan keamanan pengguna internet Australia untuk berurusan dengan pemerintah, untuk menempatkan informasi pribadi mereka di sana, untuk melakukan e-commerce, hal-hal semacam itu, bahwa ketika ada masalah, mereka akan diberitahu tentang hal itu dan diberitahu sejujurnya," terangnya.
Industri keamanan IT berspekulasi soal serangan di Biro Meteorologi
BoM telah menolak untuk berbicara tentang apa, kapan dan di mana serangan itu terjadi dalam sistem computer mereka.
Keterangan untuk media di situs hanya bertuliskan: "Biro tidak mengomentari masalah keamanan."
Bank Sentral Australia (RBA) menduga Indonesia berada di balik pelanggaran jaringan komputernya, dua tahun lalu.Ini adalah laporan kedua dari serangan
- Sulitnya Beli Rumah Bagi Anak Muda Jadi Salah Satu Topik di Pemilu Australia
- Rusia Menanggapi Klaim Upayanya Mengakses Pangkalan Militer di Indonesia
- Dunia Hari Ini: Siap Hadapi Perang, Warga Eropa Diminta Sisihkan Bekal untuk 72 Jam
- Rusia Mengincar Pangkalan Udara di Indonesia, Begini Reaksi Australia
- Dunia Hari Ini: Katy Perry Ikut Misi Luar Angkasa yang Semua Awaknya Perempuan
- Dunia Hari Ini: Demi Bunuh Trump, Remaja di Amerika Habisi Kedua Orang Tuanya