Indonesia Timur Lahirkan Bakat dan Budaya Hip Hop yang Semakin Digemari

Sejak tahun 2020, ia memiliki sebuah studio dan label musik bernama Rum Fararur, yang dalam bahasa Biak artinya rumah untuk bekerja, dengan menanungi enam artis lokal binaan.
Sejumlah rapper yang berbicara kepada ABC Indonesia mengaku kalau ada beberapa rapper lain yang menulis lirik "nyerempet" dengan topik kemerdekaan bangsa Papua.
Tapi kebanyakan dari mereka, saat membicarakan kebebasan, lebih dimaksudkan pada hak-hak mereka dan masalah sosial sehari-hari.
Seperti juga yang dikatakan Epo, yang mengaku konsisten menyuarakan "kebebasan untuk menentukan kesejahteraan di atas tanah sendiri".
"Isu Papua merdeka ini sudah sangat konsumtif, digoreng jadi konflik dan lain-lain," kata Epo.
"Ada juga musisi bahkan rapper yang menggunakan isu ini untuk menarik massa, [tapi] untuk saya sendiri, kalau kita bicara tentang isu keresahan sosial tanah Papua dan pergerakan-pergerakan itu, ini tidak terlepas dari orang suku Biak, dan kebetulan kami dari Biak."
Ada pula yang mengangkat topik soal tantangan yang dialami sejumlah anak-anak muda di Papua, seperti yang dilakukan Carlton Reksy Songgonau, rapper dan anggota dari grup Hollandia 98.
"Misalnya kehidupan di jalanan, masalah minuman keras, narkoba, kita angkat juga," jelasnya.
Tahun ini menjadi 50 tahun perayaan budaya hip hop yang lahir di Bronx, kota New York
- Paus Fransiskus, Pemimpin Gereja Katolik yang Reformis, Meninggal Dunia pada Usia 88 tahun
- Dunia Hari Ini: PM Australia Sebut Rencana Militer Rusia di Indonesia sebagai 'Propaganda'
- Sulitnya Beli Rumah Bagi Anak Muda Jadi Salah Satu Topik di Pemilu Australia
- Rusia Menanggapi Klaim Upayanya Mengakses Pangkalan Militer di Indonesia
- Dunia Hari Ini: Siap Hadapi Perang, Warga Eropa Diminta Sisihkan Bekal untuk 72 Jam
- Rusia Mengincar Pangkalan Udara di Indonesia, Begini Reaksi Australia