Industri Islamofobia
Oleh: Dhimam Abror Djuraid
Rabu, 21 Desember 2022 – 20:01 WIB

Dhimam Abror Djuraid. Foto: Ricardo/JPNN.com
Umat Islam Amerika dan dunia secara keseluruhan serta merta merta menjadi tertuduh dan terdakwa.
Upaya rekonsiliasi untuk memberikan pemahaman bahwa Islam adalah agama damai tidak memperoleh hasil yang instan.
Kecurigaan terhadap Islam memuncak.
Sebuah insiden terjadi pada Mei 2010 ketika muncul berita tentang rencana dibangunnya sebuah masjid besar di bekas reruntuhan pengeboman Menara Kembar New York.
Hal ini dimaksudkan sebagai upaya untuk meyakinkan publik Amerika bahwa mayoritas umat Islam mengutuk serangan teror itu.
Akan tetapi, yang terjadi sebaliknya.
Berita itu membangkitkan kenangan buruk Amerika mengenai ulah terorisme Muslim.
Reaksi pun meluas.
Ketakutan terhadap Islam, atau islamofobia, menjadi isu yang terus-menerus diperdebatkan, baik di level Indonesia maupun di level internasional.
BERITA TERKAIT
- Peringati Hari Al Quds Sedunia, Ribuan Massa Padati Gedung Grahadi Surabaya
- Bea Cukai Berikan Fasilitas Kawasan Berikat untuk Produsen Tas Jinjing di Jepara
- ISACA Indonesia Lantik Kepengurusan, Harun Al Rasyid Pertegas Soal Peningkatan IT GRC
- Menpora Dito Apresiasi Kegiatan Majelis Tilawah Al-Quran Antarbangsa ke 15 DMDI
- Hadir di Indonesia, Adecco Siap Bawa Standar Global untuk Ketenagakerjaan
- Presiden Prabowo Minta Deregulasi Genjot Daya Saing dan Investasi Industri Padat Karya