Industri Islamofobia
Oleh: Dhimam Abror Djuraid
Rabu, 21 Desember 2022 – 20:01 WIB

Dhimam Abror Djuraid. Foto: Ricardo/JPNN.com
Pemerintah Florida bahkan melarang buku-buku sekolah yang memuat referensi apa pun mengenai Islam dalam sejarah.
Islamofobia telah menjadi industri besar.
Di Indonesia pun ada kecenderungan ketakutan terhadap Islam dibesar-besarkan untuk mendapatkan anggaran yang makin besar.
Tindak kriminal kecil—seperti perempuan membawa pistol di halaman Istana Negara—diamplifikasi oleh media sebagai tindakan teror besar yang mengancam eksistensi negara.
Ketakutan yang difabrikasi itu telah melahirkan industri yang menyedot anggaran triliunan rupiah.
Itulah salah satu alasan mengapa Islamofobia harus terus-menerus dihidupkan. (**)
Ketakutan terhadap Islam, atau islamofobia, menjadi isu yang terus-menerus diperdebatkan, baik di level Indonesia maupun di level internasional.
Redaktur : M. Kusdharmadi
Reporter : Cak Abror
BERITA TERKAIT
- Peringati Hari Al Quds Sedunia, Ribuan Massa Padati Gedung Grahadi Surabaya
- Bea Cukai Berikan Fasilitas Kawasan Berikat untuk Produsen Tas Jinjing di Jepara
- ISACA Indonesia Lantik Kepengurusan, Harun Al Rasyid Pertegas Soal Peningkatan IT GRC
- Menpora Dito Apresiasi Kegiatan Majelis Tilawah Al-Quran Antarbangsa ke 15 DMDI
- Hadir di Indonesia, Adecco Siap Bawa Standar Global untuk Ketenagakerjaan
- Presiden Prabowo Minta Deregulasi Genjot Daya Saing dan Investasi Industri Padat Karya