Industri Mamin Diprediksi Tumbuh 8,5 Persen

Nyatanya, hingga kuartal tiga industri mamin sukses mencetak pertumbuhan 8,55 persen.
Faktor lain adalah proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun depan yang 5,1 persen dan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) lebih realistis.
Sejumlah sentimen positif itu bisa menjadi suplemen bagi peningkatan pertumbuhan industri mamin.
Sedangkan proyeksi sentimen negatif harus dihadapi industri mamin yang berasal dari regulasi yang kerap diciptakan pemerintah.
”Sentimen negatif itu kewajiban sertifikasi produk halal, penarikan cukai kemasan plastik, kewajiban pengelolaan sampah kemasan mamin, dan pengenaan bea masuk antidumping,” ulas Adhi.
Pengenaan cukai plastik dan pengelolaan sampah kemasan mamin akan menambah biaya perusahaan.
Sebelumnya Kemenperin memproyeksikan industri mamin akan menjadi motor penggerak industri nasional.
Namun, Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto meramalkan, pertumbuhan industri mamin akan sedikit menurun ke kisaran 7,5 persen sampai 7,8 persen. (far)
JAKARTA – Industri makanan dan minuman (mamin) diyakini akan bertumbuh 8,5 persen pada 2017 mendatang.
Redaktur & Reporter : Ragil
- Bea Cukai Berikan Fasilitas Kawasan Berikat untuk Produsen Tas Jinjing di Jepara
- ISACA Indonesia Lantik Kepengurusan, Harun Al Rasyid Pertegas Soal Peningkatan IT GRC
- Hadir di Indonesia, Adecco Siap Bawa Standar Global untuk Ketenagakerjaan
- Presiden Prabowo Minta Deregulasi Genjot Daya Saing dan Investasi Industri Padat Karya
- Great Eastern Life Indonesia-OCBC Luncurkan GREAT Legacy Assurance, Ini Keuntungan & Manfaatnya
- BPKH Limited Luncurkan 60 Unit Bus Baru untuk Layanan Jemaah Haji dan Umrah