Info Terbaru dari Kapolda Sumut Terkait Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatra Utara Agus Andrianto menyebut penyidik Densus 88 tengah melakukan pengusutan lanjutan dari kasus meledaknya bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Rabu (13/11).
Saat ini, penyidik memeriksa catatan pelaku dan keluarganya ketika mengusut kasus ledakan bom bunuh diri.
"Kami akan mengembangkan hasil temuan daripada olah TKP ini. Kemudian pengembangan dari catatan pelaku dan keluarganya," ucap Agus ditemui setelah menghadiri Rakornas Indonesia Maju di SICC, Jawa Barat, Rabu (13/11).
Hanya saja, kata Agus, kepolisian belum bisa mendeteksi jaringan dari pelaku yang meledakkan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan. Bisa saja, pelaku berasal dari media sosial sebelum melaksanakan aksi teror.
"Masih belum bisa kami ketahui siapa kelompoknya, hanya kemungkinan mereka dari jaringan yang lain atau mungkin satu jaringan yang belajar dari media sosial," tutur dia.
Sebelumnya ledakan bom bunuh diri terjadi di Polrestabes Medan, Rabu (13/11), sekitar pukul 08.45 WIB. Kadiv Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Muhammad Iqbal menyebut terduga pelaku yang meledakkan diri berjumlah satu orang.
"Diduga satu orang, informasi pertama," kata Iqbal ditemui setelah menghadiri acara Rakornas Indonesia Maju di SICC, Jawa Barat, Rabu.
Menurut Iqbal, kejadian ledakan berlangsung cepat. Terduga pelaku meledakkan bom ketika berlangsungnya apel rutin di Polrestabes Medan.
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatra Utara Agus Andrianto menyebut penyidik Densus 88 tengah melakukan pengusutan lanjutan dari kasus meledaknya bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Rabu (13/11).
- ASN Medan Dilarang Menambah Libur Lebaran 2025
- Pacar Minta Dinikahi, Edi Kesal, Nyawa Kekasih Melayang
- RUU TNI Disetujui DPR, Warga Medan Langsung Berbagi Takjil
- Bobby Nasution Batal Hadiri Pisah Sambut Walkot Medan, Gerindra: Jangan Dibesar-besarkan
- Dunia Hari Ini: Bom Bunuh Diri di Pakistan Menewaskan 18 Orang
- Kapolda Sumut & Ketua Bhayangkari Jenguk Bocah Korban Penganiayaan Asal Nias Selatan