Ingat, Serangan Fajar Bisa Picu Konflik Pilkada
jpnn.com - JAKARTA – Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Polpum Kemendagri) Mayjen Soedarmo mengingatkan semua pihak agar mewaspadai kemungkinan adanya politik uang dalam masa tenang dan beberapa jam jelang pemungutan suara pilkada serentak 9 Desember 2015.
Pasalnya, menurut mantan pejabat di Badan Intelijen Negara (BIN) itu, politik uang bisa menjadi pemicu konflik dalam pilkada.
“Di masa tenang yang perlu diwaspadai itu antara lain politik uang, sabotase, dan kejahatan-kejahatan konvensional lainnya,” ujar Soedarmo.
Lebih lanjut dikatakan, khusus pada hari pemungutan suara, banyak hal lagi yang perlu mendapat perhatian guna mencegah terjadinya konflik.
Kerawanan-kerawanan yang terjadi antara lain serangan fajar dan protes dari massa pendukung calon yang bisa memicu keributan.
“Termasuk juga ancaman atau intimidasi, terorisme, dan perusakan dan pembakaran oleh kelompok massa pendukung yang kecewa terhadap hasil penghitungan suara,” pesan Soedarmo.
Khusus saat penghitungan suara, yang perlu mendapat perhatian khusus karena berpotensi besar memicu konflik adalah kecurangan modus manipulasi dan penggelumbungan hasil penghitungan suara. (sam/jpnn)
JAKARTA – Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Polpum Kemendagri) Mayjen Soedarmo mengingatkan
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- HNW Usulkan ke Prabowo Terbitkan Keppres yang Tetapkan 3 April sebagai Hari NKRI
- Surya Paloh: Kenapa Kami Tidak Ada di Kabinet Rezim Prabowo?
- Keponakan Jadi Komisaris di BUMN, Surya Paloh Bilang Begini
- Ini Respons Dasco atas Kebijakan Trump soal Tarif Impor
- Kemendagri Tegaskan Komitmen Dukung Kelancaran PSU Pilkada 2024 di 6 Daerah Ini
- Marwan Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Tarif Impor Baru yang Diumumkan Trump