Ingat! TNI Tidak Tinggal Diam

jpnn.com, JAKARTA - Satu bulan terakhir, telah terjadi tiga insiden penyerangan yang menyasar prajurit TNI.
Yakni penusukan Prada Ananda Puji Santoso (Jakarta), penikaman Serda Musaini (Riau), dan pengeroyokan Prada Yanuar Setiawan (Bali).
Nahas, nyawa dua nama terakhir tidak dapat diselamatkan. Menyikapi hal itu, TNI AD melakukan evaluasi untuk mengambil langkah.
Menurut Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Alfret Denny Tuejeh, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono sudah memberi instruksi agar matra angkatan darat memberi perhatian terhadap insiden penyerangan prajurit TNI AD.
”Dari TNI AD secara internal akan menyiapkan langkah-langkah untuk menghadapi situasi seperti ini,” terang dia ditemui kemarin (10/7).
Pria yang akrab dipanggil Denny itu mengakui, instansinya memang tidak memiliki kewenangan bersentuhan dengan penegakan hukum terhadap pelaku penyerangan.
Namun, mereka tidak lantas tinggal diam. Sebab, penyerangan tersebut dilakukan oleh kelompok yang juga mengganggu kenyamanan masyarakat.
”Laporan gangguan geng motor kecenderungannya meningkat,” kata dia.
Satu bulan terakhir, telah terjadi tiga insiden penyerangan yang menyasar prajurit TNI.
- Kebakaran Menghanguskan 18 Rumah Dinas TNI di Aceh
- 5 Berita Terpopuler: Permintaan Kepala BKN Sangat Serius, Pengangkatan PPPK Bakal Tuntas 2025, Ini Buktinya
- Kerja Sama TNI-Unud Disorot, Kolonel Agung Bilang Begini
- Muncul Gerakan Kontra UU TNI, Nama Presiden Prabowo Disorot Warganet
- Gelar Perkara Kasus Pembunuhan Juwita Dilakukan Tertutup, Ada Apa?
- Buntut Dugaan Pembunuhan Jurnalis di Kalsel, Legislator Minta Evaluasi Pembinaan TNI