Ingat! TNI Tidak Tinggal Diam

Itu sesuai instruksi yang disampaikan oleh KSAD. ”Tingkatkan pengawasan, bantu polisi,” ucap Denny. TNI AD tidak ingin insiden serupa yang menimpa Serda Musaini atau Prada Yanuar Setiawan terulang.
”Mudah-mudahan ke depan tidak terjadi seperti itu lagi,” sambungnya. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap gangguan keamanan yang berpotensi mengancam keselamatan mereka.
Soal langkah antisipasi, TNI AD berniat meningkatkan frekuensi pembinaan masyarakat. Dengan mengandalkan pendekatan teritorial. Selain itu, mereka juga bakal melakukan pembinaan secara personal.
”Untuk menyadarkan mereka (geng motor),” imbuhnya. Harapnnya, gangguan keamanan oleh kelompok tersebut tidak meluas. Sehingga tidak perlu dilakukan langkah-langkah hukum seperti di Riau. (syn/)
Satu bulan terakhir, telah terjadi tiga insiden penyerangan yang menyasar prajurit TNI.
Redaktur & Reporter : Soetomo
- Kebakaran Menghanguskan 18 Rumah Dinas TNI di Aceh
- 5 Berita Terpopuler: Permintaan Kepala BKN Sangat Serius, Pengangkatan PPPK Bakal Tuntas 2025, Ini Buktinya
- Kerja Sama TNI-Unud Disorot, Kolonel Agung Bilang Begini
- Muncul Gerakan Kontra UU TNI, Nama Presiden Prabowo Disorot Warganet
- Gelar Perkara Kasus Pembunuhan Juwita Dilakukan Tertutup, Ada Apa?
- Buntut Dugaan Pembunuhan Jurnalis di Kalsel, Legislator Minta Evaluasi Pembinaan TNI