Inginkan Figur Ketum Egaliter agar PAN Tak Elitis
jpnn.com - YOGYAKARTA - Dukungan terhadap Zulkifli Hasan sebagai calon ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN) terus mengalir. Hal itu seiring semakin banyaknya dukungan untuk Zulkifli agar menggantikan Hatta Rajasa pada kongres PAN di Bali yang berlangsung 28 Februari hingga 2 Maret yang akan datang.
Wakil Ketua DPW PAN DKI, Boy Ade mengaku optimisti bahwa Zulkifli yang kini menjadi Ketua MPR RI akan mampu membesarkan PAN. "PAN adalah partai dinamis. Jadi, harus diregenerasi," kata Ade seperti dikutip Radar Jogja, Kamis (26/2).
Sebelumnya, Rabu (25/2) pemegang suara di kongres yang terdiri dari para ketua DPD (setingkat kabupaten/kota), ketua DPW (setingkat provinsi) berkumpul di Yogyakarta untuk menyampaikan dukungan ke Zulkifli. Menurut Ade, PAN DKI termasuk yang mendukung Zulkifli.
Ade menambahkan, mengganti ketua umum PAN merupakan bagian dari perubahan agar partai yang dikenal sebagai ikon reformasi itu tak terkesan elitis dan jauh dari rakyat. Terlebih, suara PAN pada Pemilu 2019 nanti harus bisa di atas 10 persen dari suara sah nasional.
"Kami bertekad mewujudkan itu. Bahkan, kami berani menargetkan masing-masing DPD PAN DKI Jakarta, mendapatkan satu kursi untuk DPRD Provinsi," katanya.
Sedangkan Ketua DPW PAN DIJ Immawan Wahyudi mengatakan, partainya butuh ketua umum yang egaliter agar semakin dekat dengan rakyat. Wahyudi menyebut sosok yang egaliter itu ada pada Zulkifli Hasan.
"Untuk memenangkan hati rakyat, PAN harus dipimpin seorang yang bisa bersama dengan rakyat," kata Wakil Bupati Gunungkidul ini.(eri/jpnn)
YOGYAKARTA - Dukungan terhadap Zulkifli Hasan sebagai calon ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN) terus mengalir. Hal itu seiring semakin banyaknya
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Survei Trust Indonesia: Bassam-Helmi Jadi Pemenang Pilbup Halmahera Selatan
- Gelar Doa Bersama, Timses RIDO: Isi Masa Tenang dengan Hal Positif
- Pemuda Kristen Jakarta Kecam Pernyataan Bermotif SARA Menteri Maruarar Sirait
- 3 Pejabat Pemkab Banggai jadi Tersangka Tindak Pidana Pemilu 2024
- Pakar Politik Menyamakan Jokowi dengan Pembunuh Berdarah Dingin, Ini Sebabnya
- Beredar Surat Instruksi Prabowo untuk Pilih Ridwan Kamil, Ini Penjelasannya