Ini Alasan Bamsoet Dorong Kemandirian Industri Pertananan Nasional, Ternyata...

Bamsoet menjelaskan dari kebutuhan sekitar 1,2 miliar peluru setiap tahunnya yang dibutuhkan TNI, PINDAD hanya mampu memasok sekitar 300-400 juta butir peluru.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu menerangkan, tidak ada salahnya Indonesia belajar dari Turki, yang dalam dua dekade terakhir mampu melepaskan sekitar 70 persen ketergantungan atas suplai impor alat pertahanan.
Beberapa industri pertahanan milik swasta di Turki bahkan telah masuk 100 besar dunia.
Seperti Alsesan, Turkish Aerospace Industry, dan Roketsan.
Pencapaian tersebut tidak lepas dari komitmen pemerintah Turki yang membuka pintu masuknya sektor swasta di industri pertahanan mereka.
"Kementerian Pertahanan mendapatkan alokasi anggaran mencapai Rp 123 triliun. Sebesar Rp 30,62 triliun di antaranya akan dialokasikan untuk modernisasi Alutsista, Non Alutsista, dan Sarpras Pertahanan," pungkas Bamsoet. (jpnn)
Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi komitmen Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa yang mendukung maju, tumbuh, dan berkembangnya industri pertahanan.
Redaktur & Reporter : Dedi Sofian
- Kebakaran Menghanguskan 18 Rumah Dinas TNI di Aceh
- Danantara dan Komitmen Presiden Bagi Hilirisasi SDA-Tanaman Pangan
- 5 Berita Terpopuler: Permintaan Kepala BKN Sangat Serius, Pengangkatan PPPK Bakal Tuntas 2025, Ini Buktinya
- Waka MPR Dorong Pemda Proaktif Sosialisasikan Persyaratan SPMB 2025 Secara Masif
- Kerja Sama TNI-Unud Disorot, Kolonel Agung Bilang Begini
- Waka MPR Sebut Inisiatif Putra Prabowo Temui Megawati Meneduhkan Dinamika Politik