Ini Alasan Melbourne Perpanjang Lockdown

"(Penularan varian baru) Tetap ada kesamaannya dengan varian sebelumnya. Yaitu, semua kasus positif yang dia gambarkan itu dialami orang-orang yang berbagi udara di dalam ruangan," ujar Profesor Kimberley kepada ABC Radio.
"Mereka menjelaskannya seolah-olah mereka ini tertular karena hanya berpapasan satu sama lain. Padahal jika mereka berada di dalam ruangan dengan orang yang menular, menghirup udara, maka begitulah cara mereka terinfeksi," jelasnya.
"Virus ini menular lewat udara dan kita terinfeksi dengan menghirup udara bersama," tambahnya.
Profesor Kimberley mengatakan memang benar bahwa varian baru, seperti varian Kappa yang menyebar di Victoria, "lebih mudah menular".
"Artinya, langkah-langkah yang kita gunakan sebelumnya, masker yang kita kenakan yang berfungsi sebelumnya, mungkin tidak berfungsi dengan baik menghadapi varian baru sekarang ini," katanya.
Karantina harus diperketat
Profesor Raina MacIntyre dari Institut Kirby secara terpisah menjelskan pandemi kali ini lebih buruk daripada tahun lalu karena lebih banyak varian muncul secara teratur.
"Jadi taruhannya jauh lebih tinggi, dan mereka masuk melalui karantina," katanya.
Profesor Raina setuju bahwa risiko terbesar adalah menghirup udara yang terkontaminasi dalam ruangan berventilasi buruk.
Negara Bagian Victoria memutuskan untuk memperpanjang 'lockdown' selama seminggu lagi
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana