Ini Cara Tiongkok Menindak Tegas Para Perokok yang Melanggar Aturan

jpnn.com - BEIJING - Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok resmi mengeluarkan larangan merokok di dalam restoran, perkantoran dan angkutan umum. Larangan itu diumumkan bertepatan dengan peringatan Hari Anti-Tembakau Sedunia, Senin (1/6).
Meskipun belum dipastikan seperti apa larangan ini diterapkan, namun aturan ini langsung disambut baik para penyokong anti-tembakau.
Memang, para aktivis kesehatan sudah beberapa tahun terakhir mendesak supaya larangan lebih ketat dikenakan kepada perokok di Tiongkok yang juga pengguna tembakau terbesar di dunia.
Beijing sebelum ini sudah mengambil beberapa langkah tegas dan mempertimbangkan untuk menyebarkan larangan merokok di seluruh negara.
Di bawah peraturan itu, siapa saja yang melanggar larangan termasuk mengisap rokok di dekat sekolah dan rumah sakit akan didenda sebanyak 200 yuan atau sekitar Rp450 ribu.
Sebelumnya, denda yang dikenakan hanya 10 yuan (kurang dari Rp25 ribu), itu pun jarang diberlakukan.
Ada hukuman tambahan yang disertakan dengan pemberlakuan denda kali ini. Yakni, bagi si pelanggar undang-undang ini sebanyak tiga kali, akan dipermalukan dengan cara nama mereka di laman khusus milik pemerintah.
Ancaman denda lebih besar juga menghampiri para penjual rokok, yang dibebani harus membayar hingga 10.000 yuan (hampir Rp23 juta) jika tidak menampilkan larangan merokok di tempat usaha mereka.
BEIJING - Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok resmi mengeluarkan larangan merokok di dalam restoran, perkantoran dan angkutan umum. Larangan itu
- Gempa Myanmar, Korban Meninggal Dunia Mencapai 3.301 Orang
- Tornado Menyapu Amerika, 55 Juta Jiwa Terancam
- Trump Berulah, Macron Desak Perusahaan Prancis Setop Berinvestasi di Amerika
- Kanselir Jerman Sebut Donald Trump Merusak Tatanan Niaga Global
- Lebih dari 3.000 Orang Tewas Akibat Gempa Myanmar
- Update Gempa Myanmar: Korban Meninggal Dunia Mencapai 2.800 Orang