'Ini Kejahatan yang Amat Luar Biasa'
jpnn.com - JAKARTA - Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mengatakan, dirinya sudah sejak awal memerkirakan Margareith bakal menjadi tersangka pembunuhan ANG.
Bukan tanpa alasan, dugaan itu muncul pasca pihaknya melakukan pertemuan dengan tersangka Agustinus Tae dan ibu dua anak itu sebelumnya. Kecurigaan pun menguat ketika ia diijinkan memasuki kediaman Margriet untuk melakukan beberapa penulusuran.
"Ditambah lagi dengan kondisi jenazah Angeline. Dugaan itu menguat. Tapi memang, harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sesuai prosedur," ujarnya saat dihubungi kemarin (28/6).
Selain itu, Arist juga curiga kasus pembunuhan ini merupakan hasil persengkokolan. Menurutnya, tersangkutnya Margarieth dan Agus menjadikan dugaan itu semakin menguat. Tidak menutup kemungkinan seluruh isi rumah tersangkut kasus pembunuhan tersebut.
"Diduga ada konspirasi dari seisi rumah. Tapi tentu harus diselidiki secara mendalam," katanya.
Arist mengatakan, penetapan Margriet sebagai tersangka pembunuhan Angeline sekaligus membuka tabir kebohongan yang diciptakan sebelumnya. Yakni terkait kasus hilangnya bocah 8 tahun itu. Menurutnya, kejahatan ini jelas terorganisir karena pihak Margarieth bahkan sempat membuat alibi dengan pengaduan yang dilakukan. "Berarti itu tipu-tipu. Ini kejahatan yang amat luar biasa," tegasnya.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pun buka suara atas penetapan tersangka baru dalam pembunuhan Angeline ini. Erlinda, Sekretaris KPAI mengatakan, fakta dari kejanggalan-kejanggalan yang ditemukan memang tidak bisa diabaikan.
Pada kasus ini misalnya, kejanggalan yang ditemukan justru menyingkap fakta baru soal tersangka pembunuhan.
JAKARTA - Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mengatakan, dirinya sudah sejak awal memerkirakan Margareith bakal menjadi tersangka
- Pemilik Pagar Laut di Tangerang Bakal Didenda Rp 18 Juta per Kilometer
- Soal Nasib Honorer Non-Database BKN Gagal PPPK 2024, Pak Jaya Blak-blakan, Oh
- Menteri Impas Ungkap Pertimbangan Memulangkan Hambali dari Penjara Militer AS
- KPK Bawa 3 Koper Setelah Geledah Rumah Wantimpres Era Jokowi
- Sejumlah Alasan Pagar Laut di Tangerang Tidak Ada Hubungannya dengan Jokowi
- UI Didorong Membentuk Konsorsium Pendidikan Tinggi Ekraf