Ini Menteri-menteri yang Perlu Dijewer
jpnn.com - JAKARTA - Pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio menilai, hanya sedikit menteri yang telah memenuhi ekspektasi masyarakat dalam menjalankan tugasnya melayani rakyat.
"Menteri yang paling perlu dijewer saat ini adalah Menkumham, Menkominfo, Mendag, Menlu, dan Kepala Bappenas," ujarnya.
Hendri menjelaskan, Menteri Perdagangan misalnya gagal mengendalikan stabilitas harga. "Menkominfo hanya sibuk ngurus hardware dan yang paling bikin deg-degan Kepala Bappenas yang belum bisa memberikan arah pembangunan yang jelas," tuturnya.
Masih kata Hendri, Menkumham Yasonna Laoly juga kerap bikin keputusan blunder untuk partai politik, belum lagi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang belum terlihat jejak kerjanya.
Serta Menlu yang belum menunjukkan kinerja diplomasi handal dengan semakin banyaknya protes ke Indonesia pascahukuman mati narkoba. "Menseskab, Menko Polhukam juga pernah masuk daftar sebagai menteri yang layak diganti. Memang sangat dinamis perkembangan di masyarakat," ujarnya.
Lebih lanjut Hendri menyatakan, sebetulnya patut diduga presiden Joko Widodo sendiri tidak percaya pada kualitas menterinya ini.
Menurutnya, dugaan inilah yang menyebabkan dia memberikan ruang wewenang lebih luas kepada kepala staf kepresidenan. "Tapi inilah buah akibat Jokowi bagi-bagi kursi jabatan," tukasnya. (dli)
JAKARTA - Pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio menilai, hanya sedikit menteri yang telah memenuhi ekspektasi masyarakat
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Kecam Survey OCCRP yang Serang Jokowi, Golkar Singgung PDI Perjuangan
- Polda Papua Pecat 26 Polisi Selama 2024, Salah Satunya Sudah Bergabung dengan KKB
- Situs Megalitik Gunung Padang Diusulkan Jadi Warisan Dunia UNESCO
- Polri Moncer di 2024, Edi: Tetap Dibutuhkan Pengawasan yang Kuat
- Istana Tegaskan Belanja Kebutuhan Sehari-hari di Warung & Supermarket Tak Kena PPN 12 Persen
- BKN Sebut Pengumuman Kelulusan PPPK Teknis & Nakes Hampir Tuntas, Guru Kapan?