Ini Peyebabnya Pria Sulit Dipercaya Jadi Korban Pelecehan Seksual

jpnn.com, JAKARTA - Ekspektasi masyarakat terhadap kaum pria sosok yang yang kuat.
Karena itu, ketika pria mengalami pelecehan seksual masyarakat cenderung tak percaya.
Demikian dikemukakan Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Livia Istania DF Iskandar.
"Selama ini ekspektasi di masyarakat laki-laki tidak menjadi korban."
Pada perempuan korban pun sudah sulit, seperti sering disalahkan."
"Ternyata laki-laki juga sangat sulit untuk bisa melaporkan dan mendapat validasi atas peristiwa yang dialaminya," ujar Livia dalam keterangananya dipublikasikan Sabtu (4/9).
Dia menyebut stereotip laki-laki sebagai sosok kuat dan berperan sebagai pencari nafkah menyebabkan beban psikologis berlapis saat mereka mengalami kekerasan seksual.
Selain itu, penyintas menjadi lebih sulit untuk mengeluarkan diri dari situasi yang beracun.
Masyarakat Indonesia sulit percaya pria menjadi korban pelecehan seksual, ini penyebabnya.
- Ancaman Hukuman Oknum TNI AL Pembunuh Juwita Bisa Bertambah
- LPSK Turun Tangan di Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Mantan Rektor UNU Gorontalo
- Kasus Oknum TNI AL Bunuh Juwita, 4 Saksi Dilindungi LPSK
- Korban Dokter Kandungan Syafril di Garut Diduga Lebih dari 100 Orang, Polisi Cari Fakta
- Perlindungan Saksi dan Korban Masih Lemah, Pemerintah Harus Perkuatkan LPSK
- RUU PSK, Muslim Ayub Nilai LPSK Harus Hadir di Daerah Rawan Seperti Aceh dan Papua