Ini Saran Fadli Zon Buat Sukmawati Soekarnoputri

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fadli Zon mendorong Sukmawati Soekarnoputri memberikan klarifikasi terkait polemik puisi Ibu Indonesia yang dibacakannya.
Menurut Fadli, meskipun puisi sebagai sebuah ekspresi tapi jika secara spesifik menyebutkan azan, akan menjadi masalah yang sensitif.
Apalagi, kata dia, bukan dalam metafora tapi satu bentuk komparasi. Nah, ujar Fadli, tentu penerimaan orang menjadi beragam. Ada yang bisa menerimanya. Ada pula yang tersinggung dan sebagainya.
“Saya kira bisa diklarifikasi oleh Sukmawati, karena tentu akan menimbulkan interprestasi yang berbeda-beda terutama dari umat Islam, karena yang disebutkan syariat Islam, azan, cadar dan seterusnya,” ujar Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (3/4).
Menurut Fadli, sudah banyak pelajaran-pelajaran berharga soal akibat dari mengangkat tema-tema sensitif seperti itu termasuk soal keyakinan pribadi.
“Kalau tahu takaran bisa menimbulkan sebuah kegaduhan, harusnya tahhu risikonya seperti apa,” ungkap wakil ketua umum Partai Gerindra itu. (boy/jpnn)
Isi puisi Sukmawati Soekarnoputri secara spesifik menyebutkan azan dan menjadi masalah yang sensitif.
Redaktur & Reporter : Boy
- Jadi Ketua Dewan Pembina PARFI '56, Fadli Zon Sampaikan Komitmen untuk Industri Film
- Di Hong Kong, Fadli Zon Banggakan Film Nasional kian Mengglobal
- Hong Kong International FILMART 2025, Fadli Zon: Saatnya Indonesia Jadi Pemain Utama
- Hari Musik Nasional 2025, Vinyl Indonesia Raya dari 8 Versi Diluncurkan
- Berdialog dengan Fadli Zon, Putu Rudana: Seni Budaya Harus Jadi Mercusuar Bernegara
- Piring Kembar