Ini Toleransi, Pastor dan Para Ibu Muslimah Nobar Pesparani

Melainkan milik agama lain dan pemerintah daerah. Bangunan milik Gereja Protestan yang digunakan adalah Gedung Baileo Oikumene, Gedung Cristian Center.
Islamic Center milik umat Islam Islam digunakan untuk seminar dan musyawarah nasional di rangkaian acara Pesparani.
Milik Gereja Katolik yang dipakai adalah aula St. Fransiskus Xaverius, Gedung Catholic Center.
Sementara aset pemerintah daerah yang digunakan antara lain Lapangan Merdeka, Kantor Gubernur Maluku, Lapangan Polda Tantui Gedung Balieo Siwalima, dan Gedung Taman Budaya.
Umat Katolik yang menjadi panitia Pesparani sendiri hanya berjumlah 10 persen. Sisanya umat beragama lain. Belum lagi pengisi acara dan pengurus teknis yang juga melibatkan pemuda muslim Ambon.
Mereka tanpa ragu membantu umat tanpa pandangan perbedaan karena rasa toleransi yang tinggi.
Ratusan ibu muslimah Maluku ikut menonton pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejani yang digelar umat Katolik.
- Masjid Al-Akbar Surabaya Sediakan Tempat Parkir Kendaraan Jemaah Salat Idulfitri
- Kisah Dai 3T asal Bogor, Terharu pada Sikap Toleransi Beragama di Pedalaman Toraja Utara
- Dukung Pembangunan Masjid di PIK, DPRD DKI: Simbol Harmoni dan Toleransi Beragama
- Gereja Katolik Santo Fransiskus Asisi Singkawang Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya
- Ridwan Kamil Berkomitmen Wujudkan Jakarta Toleran dan Berkeadilan
- Pesan Indah dari Paus Fransiskus untuk Orang yang Takut Menghadapi Kegagalan dalam Hidup