Inilah Dosa Bharada Sadam yang Terkena Demosi, Teringat Kejadian 14 Juli

Petugas kebersihan itu pun kemudian meladeni kedua korban untuk melanjutkan wawancara.
"Saya melakukan wawancara dengan mengambil video sambil berjalan. Baru sekitar 50 atau 100 meter perjalanan, ada motor yang memepet," ujar dia.
Dia mengaku ponselnya dirampas oleh satu dari sekelompok orang itu.
"Handphone saya yang sedang merekam video wawancara langsung diambil salah seorang dari mereka. Lalu, dua orang lain, yang satu memeriksa ponsel teman saya dan satu lagi bicara dengan petugas kebersihan dan meminta petugas kebersihan pergi dari lokasi," katanya.
Ketiga orang tak dikenal alias OTK itu juga memeriksa tas kedua korban.
"Saya sempat bertanya mengapa tidak boleh ambil video kepada orang yang memeriksa handhpone teman saya. Namun, didiamkan," ujar dia.
Walakin, data hasil wawancara kedua korban dengan Bu RT dan petugas kebersihan hilang setelah digeledah ketiga OTK itu.
"Di handphone saya, video wawancara dengan Ibu RT dan petugas kebersihan dihapus. Saya sempat memvideokan jalan sekitar, dihapus juga," kata salah satu korban intimidasi itu.
Komisi Kode Etik Polri menjatuhkan sanksi demosi kepada Bharada Sadam. Apa dosa Sadam?
- Teror Kepala Babi untuk Jurnalis Tempo, Hasan Nasbi: Dimasak Saja
- TB Hasanuddin Tegaskan Kebebasan Pers Harus Dilindungi, Intimidasi Tak Bisa Ditolerasi
- Aksi Demo Tolak Pengesahan RUU TNI: Wartawan Dipukuli, Massa Aksi Rusak Rumah Makan
- Kapolri & Wartawan Kompak Bagikan Takjil ke Masyarakat
- Fikri Jufri
- Al Diplomat