Inilah Penyebab Natuna Jauh dari Konflik dan Intoleransi, Kepala BPIP Sampaikan Hal Ini

Menurutnya, modernisasi wilayah perbatasan dapat dilakukan dengan pendekatan resources, karena tidak sedikit pulau-pulau perbatasan maupun daratan di perbatasan memiliki potensi sumberdaya kelautan yang dapat dikembangkan.
"Kehidupan di wilayah perbatasan memang cukup berwarna. Artinya, selain potensi positif yang kita miliki dari sumber daya alam ada, juga potensi negatif dalam kehidupan bernegara yang jika kita tidak waspadai dan perhatikan baik-baik akan mampu mengancam keutuhan NKRI," ungkapnya.
Peraih gelar Bachelor of Art dari Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) itu menyebutkan ada banyak isu yang menjadi diskursus pengelolaan perbatasan.
Mulai soal isu batas territorial, isu keamanan dan kedaualatan nasional, seperti kejahatan lintas batas dan terorganisir, penyelundupan, perdagangan ilegal dan garis batas yang kabur.
Kemudian isu kemiskinan, keterbelakangan, serta keterbatasan sarana dan prasarana ekonomi, pendidikan dan kesehatan yang dialami warga Indonesia di perbatasan.
Hingga isu-isu patriotisme dan ketahanan nasional, seperti penduduk perbatasan yang merasa dianaktirikan pemerintah.
Kepala BPIP Prof Yudian Wahyudi menyampaikan Natuna merupakan daerah perbatasan yang kokoh dan Pancasilais hingga jauh dari konflik dan intoleransi selama ini
- Kerja Sama TNI-Unud Disorot, Kolonel Agung Bilang Begini
- Kapolres Cari Akun Penyebar Berita Polsek Cakung Minta Tebusan Mahasiswa yang Ditangkap
- Besok, Mahasiswa Surabaya Bersama Masyarakat Sipil Gelar Aksi Tolak UU TNI
- KIM Indonesia Minta Temuan BPK Soal Dugaan Korupsi di Banggai Ditindaklanjuti
- Demonstran Penolak RUU TNI di DPR Dibubarkan Paksa Aparat
- Mahasiswa Imbau Masyarakat Jangan Terprovokasi Hoaks di Medsos