Inilah Total Uang yang Disita KPK Saat OTT Bupati Lampung Utara

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara sebagai tersangka suap proyek di Dinas Perdagangan dan Dinas PUPR di pemerintahannya. Selain Agung, KPK juga menetapkan lima orang lainnya sebagai tersangka.
"Sejalan dengan peningkatan status penanganan perkara ke penyidikan, KPK menetapkan enam orang tersangka," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (7/10).
Selain Agung, KPK menetapkan ajudan Bupati Lampung Utara Raden Syahril, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Utara Syahbuddin dan Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara Wan Hendri.
Ada juga dua orang dari pihak pemberi suap, yaitu Chandra Safari dan Hendra Wijaya Saleh.
Operasi tangkap tangan terhadap Bupati Lampung Utara bermula dari tim penyidik datang ke rumah dinas yang bersangkutan. Pada Minggu (6/10). Di kamar bupati penyidik mengamankan uang sebesar Rp200 juta.
Tim kemudian menuju rumah Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara dan mengamankannya pada pukul 20.00 WIB. Secara terpisah, tim lain bergerak ke rumah Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Utara dan mengamankannya sekitar pukul 20.35 WIB. Di sana tim KPK mengamankan uang Rp 38 juta yang diduga terkait proyek.
Lebih lanjut kata Basaria, KPK juga mengamankan orang kepercayaan Bupati Lampung Utara Raden Syahril serta menyita uang sebesar Rp 440 juta.
Terakhir, tim mengamankan Fria Apristama, Kepala Seksi Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Lampung Utara dan menyita uang Rp 50 juta yang diduga terkait proyek. "Total uang yang diamankan tim adalah Rp 728 juta," jelas Basaria.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara sebagai tersangka suap proyek di Dinas Perdagangan dan Dinas PUPR di pemerintahannya. Selain Agung, KPK juga menetapkan lima orang lainnya sebagai tersangka.
- Polda Lampung Ungkap Hasil Forensik Peluru yang Menewaskan 3 Polisi di Lokasi Sabung Ayam
- KPK Periksa Djan Faridz Terkait Dugaan Suap Pengurusan Anggota DPR RI
- Kasus Vonis Bebas Ronald Tannur, Hakim Heru Hanindyo Bantah Uang Tunai dari Suap
- Kopda Basar Tembak Mati 3 Polisi di Lampung, Peltu Lubis Berjudi
- Ini Kata Komnas HAM soal Kasus 3 Polisi Diduga Ditembak Oknum TNI
- Kapolda Bilang Isu Setoran Judi Sabung Ayam Hanya Asumsi tanpa Bukti