Internal PDI Perjuangan Sedang Panas, Banyak Kader Ancam Mundur

Sebab, saat dibahas di forum DPC, tidak ada yang mengajukannya. Akhirnya diputuskan bahwa Whisnu calon wali kota yang diusulkan DPC.
"Meski semua sepakat mendukung Mas Whisnu, beliau masih menawarkan. Tapi, tak ada yang mau," katanya.
Masalahnya, ada tiga anggota PAC yang kini berbelok arah. Mereka berasal dari Gununganyar, Rungkut, dan Tenggilis Mejoyo.
Mereka mendukung hasil keputusan DPP PDIP. Sri menganggap mereka mengingkari keputusan mereka. Sebab, 31 PAC sudah sepakat mengusung Whisnu.
Ketua PAC PDIP Rungkut Andhy Puryanto mendukung keputusan DPP PDIP. Dia tak masalah jika usulannya saat itu tak sejalan dengan keputusan DPC.
"Karena teman-teman tidak membaca aturan partai. Jelas kok di SK DPP pasal 44," urainya.
Di pasal itu disebutkan bahwa DPP dapat menetapkan ketua, sekretaris, dan bendahara di luar nama-nama yang diusulkan DPC dan DPD atas dasar pertimbangan kepentingan strategis partai.
Puryanto mengatakan bahwa banyak yang tidak mengerti adanya ketentuan tersebut sehingga saat konfercab Minggu (7/9) banyak PAC yang emosi.
Dinamika politik terjadi di internal PDI Perjuangan karena keputusan yang dibuat DPP.
- Prabowo Resmi Lantik 31 Dubes LBBP, Satunya Kader PDIP
- Jawaban Puan Maharani Soal Rencana Penunjukan Plt Sekjen PDIP
- Hasto Terima Serangan Masif Setelah PDIP Umumkan Pemecatan Jokowi
- Pramono Anung Ikut Retret, Pimpinan MPR Yakin Kepala Daerah Lain Bakal Menyusul
- Instruksi Megawati Belum Berubah: Kader PDIP Dilarang Ikut Retret!
- Tak Banyak Kader PDIP Ikut Retret di Magelang, Hubungan Pusat & Daerah Tetap Aman?