Ipang Wahid Berbagi Jurus Tangkis Hoaks ke Muslimat NU

“Semakin banyak klik semakin untung mereka. Semakin tinggi traffic, semakin tinggi nilai sebuah portal,” tegasnya.
Pendiri Fasscomm itu menegaskan, para pengelola situs hoaks tak peduli pada isi. “Yang penting orang klik di situ,” sambungnya.
Karenanya Ipang mengajak Muslimat NU agar tak mudah terpengaruh informasi palsu dan menyebarkannya. Sebab, ikut menyebar hoaks tak akan ada untungnya.
“Jadi jangan mau diperalat atau dijebak oleh penyebar hoaks. Mereka dapat uangnya, kita dapat dosanya," papar pria yang berprofesi sebagai konsultan branding itu.
Putra sulung pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, KH Salahuddin Wahid itu mewanti-wanti para Muslimat NU agar mengunakan media sosial untuk menciptakan dampak positif. Ipang lantas menyodorkan rumus PRABU KREATIF yang merupakan akronim dari praktis, menghibur, kredibel dan inspiratif.
“Dan saya yakin konten informasi Muslimat NU sudah pasti kredibel dan bukan hoaks. Tinggal bagaimana mengemasnya sesuai rumus PRABU KREATIF," tuturnya.(ara/jpnn)
Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) menyuguhkan bahasan menarik. Yakni media sosial di kalangan nahdliyin.
Redaktur & Reporter : Antoni
- IRT di Inhu Mengaku Dibegal, Saat Diselidiki Polisi, Ternyata
- Mahasiswa Imbau Masyarakat Jangan Terprovokasi Hoaks di Medsos
- Digelar Serentak, Khataman Al-Qur’an NU Global Akan Menggema di Seluruh Dunia, Targetkan Rekor MURI
- Akademisi Sebut Hoaks Hambat Perkembangan Generasi Indonesia Emas 2045
- BPKH Temui Pengurus PBNU, Minta Dukungan Terkait Revisi UU Pengelolaan Keuangan Haji
- Minta Pengusutan Hoaks Tendensius ke Kapolri, PP GPA: Jika Dibiarkan Memicu Konflik