IRES Desak BPK Audit TPPI
Selasa, 06 September 2011 – 02:25 WIB

IRES Desak BPK Audit TPPI
Sedangkan utang TPPI yang tidak masuk ke dalam program restrukturisasi adalah, utang ke JGC Corporation sekitar USD 180 juta dari utang semula USD 400 juta. TPPI diketahui juga berutang kepada perusahaan asal Belanda, yakni Argo Capital BV dan Argo Global Holdings BV. Per 31 Juni 2011, utang TPPI kepada kedua perusahaan itu membengkak menjadi USD 112,39 juta plus bunga berjalan USD 48,53 juta.
Selain itu, TPPI pun memiliki utang ke Argo Capital Management (Cyprus) Limited berdasarkan Shipping of Domestic Condesate to Tuban Aromatics Plant Agreement pada 15 September 2005 sebesar USD 5,58 juta.
Perusahaan yang dipimpin Honggo Wendratmo itu juga memiliki utang ke Argo Fund Limited berdasarkan beberapa perjanjian pinjaman dengan jumlah pokok pinjaman (belum termasuk bunga, denda, dan lainnya) sebesar USD 30 juta.
Marwan menegaskan, bertumpuknya utang TPPI menjadi bukti bahwa manajemen TPPI bisa dikatakan amburadul. Dia juga menyarankan digantinya susunan direksi dan komisaris di TPPI maupun Tuban Petrochemical. "Direksi dan komisaris TPPI serta Tuban Petrochemical telah gagal, dan wajib diganti. Ironisnya, wakil pemerintah di kedua perusahaan tersebut pun tidak bisa berbuat banyak. Bahkan terkesan membela TPPI dan Tuban Petrochemical," ujarnya.
JAKARTA – Restrukturisasi utang PT Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI) makin membuat banyak kalangan miris. Penundaan restrukturisasi
BERITA TERKAIT
- Telkom Lewat IndiBiz Buka Posko Mudik BUMN 2025 di Pelabuhan Ketapang dan Bakauheni
- Trump Terapkan Bea Masuk Tinggi ke Produk RI, Misbakhun Punya Saran untuk Pemerintah & BI
- Ekonom Ungkap Komoditas yang Bakal Terdampak Kebijakan Tarif Trump
- Harga Pangan Sejumlah Komoditas Stagnan Tinggi
- H+3 Arus Balik Lebaran, KAI Daop 4 Semarang Catat ada 94 Ribu Penumpang
- Analis Sebut Kans Ekonomi Indonesia Alami Perkembangan Progresif