Irjen Arief : Polri Tidak Akan Beri Toleransi

jpnn.com - jpnn.com - Kepolisian mengaku tidak akan main-main dalam proses rekrutmen anggota baru. Hal itu ditegaskan oleh Kepala SDM Polri, Irjen Arief Sulistyanto. Bahkan, jenderal bintang dua itu mengaku akan mengambil langkah tegas dan tidak memberi toleransi bagi pihak-pihak yang terbukti melakukan penyelewengan dalam proses seleksi.
”Seluruh proses harus clean dan clear. Jangan ada penyimpangan seperti yang selama ini menjadi rumor di masyarakat,” tegas Arief.
Menurut Arief, apa yang dia sampaikan sejalan dengan perintah Kapolri dan Presiden yang menginginkan pembenahan SDM. Karena itu, sejak resmi menjabat sebagai Kepala SDM atau As SDM Polri, Arief yeng merupakan mantan Kapolda Kalimantan Barat langsung mengumpulkan seluruh pejabat SDM Polri dan Karo SDM Polda seluruh Indonesia.
”Saya tegaskan semuanya harus transparan, jangan lagi ada main-main,” ujar dia.
Khusus kepada masyarakat, Arief juga meminta agar ikut mengawasi proses rekrutmen anggota kepolisian. Serta yang terpenting jangan tertipu dengan pihak-pihak yang menawarkan atau menjanjikan bisa meluluskan, karena itu merupakan penipuan.
Irjen Arief selama ini memang dikenal sebagai sosok yang tegas dan tidak mau main-main dalam hal kecurangan. Apapun bentuknya. Jenderal kelahiran Nganjuk 24 Maret 1965 itu tercatat memiliki prestasi mentereng. Ketegasannya tidak hanya di luar, tetapi juga di dalam institusi. (JPNN/pda)
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Soal Sukatani Dibungkam Polisi, Dewan Kesenian Purbalingga: Seperti Orde Baru
- Belum Beres, Pemeriksaan 4 Polisi Intimidasi Lagu Sukatani Masih Berlangsung
- Omongan Kapolri Listyo Diungkit setelah Band Sukatani Didatangi Polisi
- Mahfud MD Bilang Begini soal Lagu Band Sukatani yang Menyentil Polisi
- Polres Bungo Bakar 11 Titik Lubang Tikus Tambang Emas Ilegal
- Operasi Pekat Musi 2025, Polres Muara Enim Bekuk Tersangka Curat