Ironi, Kebijakan Impor Tak Sesuai Harapan Jokowi

jpnn.com - JAKARTA - Kebijakan pemerintah untuk impor sapi saat memasuki bulan puasa disorot Wakil Ketua Komisi IV DPR Herman Khaeron. Herman menilai kebijakan tersebut tak mampu memenuhi harapan Presiden Joko Widodo yang menginginkan harga daging per kilogram tak lebih dari Rp 80 ribu.
"Harga daging sapi memang sangat ironi, impor semakin tidak terkendali, tetapi harga juga belum dapat dikendalikan. Perlu dicatat juga bahwa impor jangan sampai menekan para peternak dalam negeri," kata Herman menjawab JPNN.com pada Senin (13/6).
Politikus Partai Demokrat itu menilai harga yang saat ini berlaku di pasar tergantung cara dan strategi pemerintah mengelolanya. Namun faktanya, lanjut Herman, koordinasi internal pemerintah tidak mampu merubah kondisi yang terjadi.
"Saya melihat ini akibat kemahnya koordinasi pemerintah dengan pelaku usaha, sehingga harga di pasar tidak terkendali," kata Ketua DPP Partai Demokrat itu.
Parahnya, ia menyatakan bahwa pemerintah juga tidak memiliki renstra (rencana strategis) yang jelas mengenai supply dan demmand daging sapi, termasuk berapa besar harus dipenuhi peternak dalam negeri, berapa harus impor, dan bagaimana strategi mencapai swasembada.
"Dalam ketidakpastian pengelolaan pangan strategis, seperti daging sapi akan mengakibatkan ketidakpastian harga dan pasokan di pasar. Minggu lalu masalah ini sudah kami bahas dalam rapat kerja. Hari ini kembali dilanjutkan. Kami juga akan sidak ke lapangan mengecek ketersediaan dan keterjangkauan pangan," pungkasnya.(fat/jpnn)
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Trump Terapkan Bea Masuk Tinggi ke Produk RI, Misbakhun Punya Saran untuk Pemerintah & BI
- Ekonom Ungkap Komoditas yang Bakal Terdampak Kebijakan Tarif Trump
- Harga Pangan Sejumlah Komoditas Stagnan Tinggi
- H+3 Arus Balik Lebaran, KAI Daop 4 Semarang Catat ada 94 Ribu Penumpang
- Analis Sebut Kans Ekonomi Indonesia Alami Perkembangan Progresif
- Respons Pemerintah RI Soal Kebijakan Baru Donald Trump