Irwan Memastikan Akses ke Ibu Kota Baru Bukan Jalan Berkelok
Selasa, 17 Desember 2019 – 23:40 WIB

Mobil berpelat Indonesia-1 yang ditumpangi Presiden menuju kawasan ibu kota baru lewat jalanan berkelok dan menanjak serta ekstrem karena jalan pasir dan berlumpur akibat hujan, Selasa (17/12). Foto M Fathra Nazrul Islam/JPNN
jpnn.com, BALIKPAPAN - Anggota Komisi V DPR Irwan Fecho memastikan akses menuju kawasan ibu kota negara baru di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, bukan jalan berkelok yang dilewati Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Irwan mengatakan bahwa ke depan bukan jalur tersebut yang akan dibangun untuk akses menuju kawasan ibu kota baru. “Enggak. Itu kan jalan HTI, jalan produksi,” ucapnya kepada jpnn,com di Balikpapan, Selasa malam.
Wakil rakyat asal Kalimantan Timur ini menyebutkan, sebagaimana direncanakan pemerintah, akses menuju ibu kota negara baru akan dibangun jalan baru.
"Aksesnya nanti dari tol yang diresmikan tadi, tol Samboja, dibuat tol lagi ke arah ibu kota baru. Buat jalur baru, masak pakai berkelok-kelok begitu,” jelas Irwan.
Irwan sendiri mengapresiasi peresmian Jalan Tol Balikpapan - Samarinda oleh Jokowi. Sebab, kehadiran infrastruktur jalan bebas hambatan tersebut merupakan sejarah bagi masyarakat Kalimantan khususnya Kaltim.
Baca Juga:
Selain itu, Tol Balikpapan - Samarinda juga menjadi jalan akses pendukung strategis bagi masyarakat di Ibu Kota Negara yang baru nanti.
Irwanmengapresiasi peresmian Jalan Tol Balikpapan - Samarinda oleh Jokowi. Sebab, kehadiran infrastruktur jalan bebas hambatan tersebut merupakan sejarah bagi masyarakat Kalimantan khususnya Kaltim.
BERITA TERKAIT
- Ini Respons Dasco atas Kebijakan Trump soal Tarif Impor
- Komisi VI DPR Sidak Jasa Marga, Pastikan Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2025
- Ditunjuk AHY Jadi Bendum Demokrat, Irwan Fecho Mundur dari Stafsus Mentrans
- Tol Musi Landas-Pulau Rimau Dibuka, Mudik Lebaran 2025 Bakal Lancar
- AHY Tunjuk Irwan Fecho Jadi Bendum Demokrat Pengganti Almarhum Renville Antonio
- Misbakhun Buka-bukaan Data demi Yakinkan Pelaku Pasar di Bursa