Isi Konten Video Medsos Dinilai Lebih Berbahaya Ketimbang Film Bioskop
jpnn.com, PAMEKASAN - Akademisi dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura Ali Humaidi, M.Si menilai pengaruh dari konten video di media sosial seperti YouTube, Facebook, dan Twitter, lebih berbahaya bagi masyarakat, khususnya remaja dan anak-anak, ketimbang keberadaan film-film di bioskop.
Film-film di bioskop, menurut Ali Humaidi, merupakan konten yang sudah melalui dan lulus sensor, serta sudah ditentukan batasan usia penontonnya berdasarkan isi filmnya, sedangkan konten video dan film di media sosial sebagian besar tidak melalui proses itu.
"Kalau di media sosial ini kan tidak terlalu ketat, dan bisa diakses oleh siapa saja, serta bisa ditonton kapan saja," katanya di Pamekasan, Jumat (14/2).
Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIN Madura ), itu menyampaikan hal itu menanggapi adanya penolakan sebagian ormas Islam di Pamekasan terhadap keberadaan gedung bioskop.
Kelompok yang menolak menilai keberadaan bioskop berpotensi mendatangkan maksiat, dan mencederai nilai-nilai Islam.
Padahal, menurut Ali Humaidi, yang seharusnya diperhatikan secara saksama adalah peredaran video di media sosial seperti YouTube, Facebook, Twitter, dan juga blog.
Lebih berbahaya karena isi konten media sosial beredar tanpa melalui penyaringan lantaran diunggah langsung oleh penggunanya.
"Dan video di media sosial ini sudah ada di masing-masing orang melalui telepon seluler yang mereka miliki. Jadi sangat bebas," katanya.
Akademisi IAIN Madura menilai pengaruh konten video di media sosial, lebih berbahaya bagi masyarakat, berbanding keberadaan film di bioskop.
- Atta Halilintar Ungkap Hubungan dengan Tompi setelah Heboh Konten Rumah Rp 150 Miliar
- Tompi Jengkel Dipanggil Petugas Pajak Gegara Konten Atta Halilintar, Waduh
- Respons Boy William Dituding Dekati Ayu Ting Ting Demi Konten YouTube
- Dimentori Deddy Corbuzier, Trisna Lesmana Hadirkan Konten 'Bicara' di YouTube
- Rey Utami Mewek Mendengar Curhat Pengidap Gagal Ginjal Kronis
- Rizky Billar Kembali Isi Konten di YouTube, Gegara Diboikot Televisi?