ISIS Bawa 2000 Orang jadi Sandera

jpnn.com - SYRIA--Keputusan Presiden Syria Bashar al-Assad itu untuk mnerima bantuan Rusia memberantas ISIS berbuah hasil. Kemarin pasukan Syria dibantu Rusia berhasil mengambil alih Kota Manbij. Ini disambut baik warga setempat. Ratusan orang tampak berlarian di jalanan Kota Manbij, Provinsi Aleppo, Syria, sembari berteriak gembira.
Sebab, tentara pemerintah yang dibantu Rusia berhasil memukul mundur Daesh - sebutan warga lokal untuk Negara Islam alias ISIS. Beberapa lelaki tampak mencukur jenggotnya. Ritual tersebut dilarang selama Manbij dikuasai ISIS.
Namun, ISIS tidak mundur begitu saja. Mereka juga membawa 2.000 warga Kota Manbij, sebagian besar anak-anak dan perempuan, dalam 500 mobil. Kabarnya, ribuan orang itu bakal dijadikan tameng manusia oleh militan radikal tersebut.
Dengan menjadikan warga sipil sebagai tameng, ISIS mengharapkan bisa luput dari serangan pasukan koalisi maupun pasukan Syria.
Syrian Democratic Forces (SDF), aliansi pasukan Kurdi dan Arab, mengatakan bahwa sebagian besar anggota ISIS meninggalkan Manbij sejak pekan lalu. Tetapi, ada segelintir yang kembali lagi untuk melawan pasukan pemerintah. Jumat lalu mereka menyerah setelah kewalahan menghadapi aksi militer Syria yang didukung pasukan udara Rusia.
''Sembari meninggalkan Manbij, Daesh (ISIS) menculik warga sipil dari kawasan Al-Sirb. Mereka lantas bergerak ke utara menuju Kota Jarabulus di perbatasan Turki,'' lapor Sherfan Darwish, Jubir Manbij Military Council.
Hingga kini, Jarabulus masih menjadi benteng pertahanan ISIS di Syria. Tetapi, pasukan pemerintah berjanji akan menghalau ISIS dari kota tersebut sesegera mungkin.(AFP/AP/Reuters/BBC/hep/c4/any/flo/jpnn)
SYRIA--Keputusan Presiden Syria Bashar al-Assad itu untuk mnerima bantuan Rusia memberantas ISIS berbuah hasil. Kemarin pasukan Syria dibantu Rusia
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Kanselir Jerman Sebut Donald Trump Merusak Tatanan Niaga Global
- Lebih dari 3.000 Orang Tewas Akibat Gempa Myanmar
- Update Gempa Myanmar: Korban Meninggal Dunia Mencapai 2.800 Orang
- Amerika Bakal Persulit Pemohon Visa yang Suka Menghina Israel di Medsos
- Gempa Bumi Kembali Terjadi di Myanmar Hari Ini
- Korban Tewas Gempa Myanmar Mencapai 2.700 Orang, BNPB Beri Info soal WNI