Islam Moderat Harus Perkuat Ekonomi

Kuncinya adalah, sambung pria kelahiran Sleman, Jogjakarta ini, dengan bersatu padunya seluruh potensi bangsa untuk tidak terus-menerus berdebat pada hal-hal yang tidak produktif. Gus Romi mengajak perdebatan boleh dilakukan asal produktif dan mampu mendorong ekonomi serta mengentaskan kemiskinan.
Ia juga berharap, dengan mendorong ekonomi dan menciptakan enterpreneurship diperlukan kurikulum kewirausahaan. Kurikulum tersebut harus ada di setiap jurusan serta mutlak untuk dipraktekkan.
Menurutnya, kurikulum bukan hanya untuk diajarkan semata. Melihat kondisi generasi muda saat ini, mereka bukan hanya butuh pengajaran melainkan pengalaman berdagang. “Karena ini soal pengalaman bukan mengajari,” ucap Romi.
Kurikulum tersebut, kata dia, dapat bersifat wajib atau berupa ekstrakulikuler tetapi wajib. Artinya, ketika mahasiswa akan lulus, ia harus mampu melakukan atau mempraktikkan perdagangan dalam jumlah tertentu di satu semester.
“Jika ini bisa dilakukan kemungkinan besar saat lulus tetap berpotensi melanjutkan usaha tersebut,” tutupnya.(ewi/r7)
Ketua Umum DPP PPP HM Romahurmuziy mengatakan memperkuat kembali Islam yang moderat dan toleran menjadi agenda yang dianggap penting. Apalagi, ketika
Redaktur & Reporter : Friederich
- Mardiono Tegaskan Pentingnya Kebersamaan dalam Kegiatan Bukber Kader PPP
- DPC Solo Raya Dorong Mardiono Jadi Ketum PPP 2025-2030, Ini Alasannya
- Tradisi Partai Persatuan Pembangunan Gelar Peringatan Malam Nuzululquran
- MK Batalkan Ade Sugianto Jadi Bupati Tasikmalaya Terpilih, PPP Jabar: Alhamdulillah
- Mardiono Lakukan Doa Bersama Untuk Melepas Jemaah Umrah di Kantor DPP PPP
- Kemitraan Global untuk Penguatan Pendidikan Islam Moderat