Israel Bombardir Syria, Netanyahu Sebut Aksi Bela Negara

Selain kepada Rusia, Netanyahu menyampaikan rencananya itu kepada Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Rex Tillerson. Berbeda dengan Moskow, Washington justru mendukung prinsip Israel tersebut.
’’Israel adalah sekutu dekat AS. Kami sangat mendukung hak mereka untuk membela diri dari militan yang dibekingi Iran di Syria.’’ Demikian bunyi keterangan tertulis Gedung Putih.
Tak hanya itu, Washington juga mengimbau Iran untuk tidak melanjutkan provokasi terhadap Israel di Syria. Namun, tentu saja imbauan AS itu tak digubris Iran.
Sejak awal, Teheran sudah menegaskan bahwa mereka bersih dari insiden penembakan F-16 milik Israel tersebut. Teheran juga membantah tudingan Israel tentang drone yang diterbangkan ke wilayah Israel dari Syria.
Drone milik Iran itulah yang lantas memicu aksi udara Israel atas Syria. Aksi udara yang melibatkan sejumlah F-16 itu kemudian berujung jatuhnya salah satu armada.
Hizbullah mengklaim sebagai penembak F-16 yang jatuh tidak jauh dari Kota Haifa itu. Untung, dua pilotnya luput dari maut setelah menekan tombol kursi pelontar. Tapi, seorang di antaranya terpaksa menjalani perawatan intensif karena terluka parah. (hep/c5/dos)
Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa Israel tidak akan berhenti membombardir Syria
Redaktur & Reporter : Adil
- Amerika Bakal Persulit Pemohon Visa yang Suka Menghina Israel di Medsos
- Presiden Macron: Serangan Israel di Beirut Tak Dapat Diterima
- Peringati Hari Al Quds Sedunia, Ribuan Massa Padati Gedung Grahadi Surabaya
- Sukseskan Perdamaian, Malaysia Siap Tampung Warga Palestina
- Akademisi Ajak Masyarakat Cermat Ajakan Boikot Beragendakan Persaingan Bisnis
- Membela Palestina Itu Perintah Nabi & Konstitusi, Beginilah Seharusnya Sikap Rakyat RI