Istana Beri Sinyal Minta Komjen Budi Gunawan Mundur

jpnn.com - JAKARTA - Presiden Joko Widodo belum juga menggunakan hak prerogatifnya untuk memberikan keputusan terkait polemik pencalonan Komjen Budi Gunawan sebagai kapolri.
Mensesneg Pratikno mengaku ada dilema saat ini. Di satu sisi Budi telah disetujui DPR lewat paripurna, sedangkan di sisi lain ia tersangkut kasus hukum di KPK. Pratikno mengaku dilema itu akan terselesaikan jika, Budi mundur dari pencalonan.
"Tentu saja sangat indah kalau misalnya justru, misalnya Pak Budi Gunawan mundur. Itu kan selesai. Kalau tidak mundur berarti dilema antara politik dan hukum ini harus diselesaikan," ujar Pratikno di kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa, (3/2).
Lalu, benarkah Istana sangat menginginkan Budi mundur? Pratikno hanya tertawa tanpa membeberkan lebih jelas maksud pernyataannya tersebut. Dia hanya menegaskan bahwa harus ada solusi konkrit atas dilema yang dihadapi di masalah Budi saat ini.
"Ya kan kita semua tahu tanpa harus saya ucapkan. Memang pada akhirnya presiden harus segera memutuskan dan pada harapannya ini segera diputuskan," sambung Pratikno.
Meski beri sinyal tersebut, Pratikno mengaku tidak mengetahui keputusan apa yang pada akhirnya akan diambil presiden untuk menyelesaikan masalah itu. (flo/jpnn)
JAKARTA - Presiden Joko Widodo belum juga menggunakan hak prerogatifnya untuk memberikan keputusan terkait polemik pencalonan Komjen Budi Gunawan
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- SIF Perkuat Kemampuan Pendidik & Terapis Indonesia untuk Anak-Anak Berkebutuhan Khusus
- Pram-Rano Buka Kemungkinan Lanjutkan Pembangunan ITF Sunter yang Digagas Anies
- Bonggas Chandra Tegaskan Sekda Sebagai Partner Strategis Bagi Kepala Daerah
- Masuk Ancol Gratis Sepanjang Ramadan, Ngabuburit Makin Seru
- Ternyata Prajurit TNI di Daerah Dapat Jatah Motor Listrik
- Info KPK soal Dugaan Suap Pemilihan Ketua DPD, Tunggu Saja!