Istri Munir Tagih Janji Kampanye Jokowi
jpnn.com - JAKARTA – Pembina Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Suciwati mempertanyakan sekaligus menagih janji-janji Presiden Joko Widodo soal dugaan pelanggaran HAM berat saat kampanye di pemilu presiden (Pilpres) tahun 2014 lalu.
“Salah satu kampanye Jokowi saat Pilpres 2014 adalah menyelesaikan dugaan pelanggaran HAM berat,” kata Suciwati, di sela-sela Sosialisasi 4 Pilar MPR RI bekerjasama dengan KontraS, di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen RI, Senayan, Jakarta, Jumat (13/11).
Setelah terpilih jadi Presiden RI, menurut Suciwati, Jokowi terkesan melupakan semua janji-janjinya yang akan menyelesaikan dugaan pelanggaran HAM berat ini. "Akankah janji kampanye Jokowi dulu menjadi janji kosong?,” tanya istri mantan Koordinator Kontras Munir ini.
Selain itu, Suciwati juga mempertanyakan komitmen DPR untuk menyelesaikan pelanggaran HAM berat ini, karena korbannya adalah rakyat.
“DPR ini juga mana niatnya untuk tuntaskan ini? Apa DPR ini terlalu sibuk dengan urusan-urusan yang sesungguhnya rakyat juga tidak tahu apa yang disibukkannya?,” katanya.
Padahal, ujar Suci, orang-orang yang diduga pelaku pelanggaran HAM itu masih hidup dan sering tampil di panggung publik dan masih bicara soal moral bangsa.
“Karena itu, saya kembali menghimbau MPR harus jadi sandaran rakyat untuk mendapatkan rasa keadilan. MPR jangan berpaling menjadi institusi yang tidak mengurus rakyat,” katanya dihadapan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan.(fas/jpnn)
JAKARTA – Pembina Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Suciwati mempertanyakan sekaligus menagih janji-janji Presiden
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- 5 Berita Terpopuler: Penyebab Kartu Ujian Tak Bisa Dicetak Terungkap, Kasus Ini Jadi Pelajaran bagi PPPK, tetapi Jangan Panik
- Jaksa Gadungan yang Menipu Pengusaha di Sibolga Dituntut 3 Tahun Penjara
- KKP Gerak Cepat Tangani Paus Terdampar di NTT
- Prediksi Cuaca BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Rabu Siang dan Sore
- Pejabat BKN: Sangat Mudah jika Ingin Memberhentikan PPPK
- Hari Kedua Tes PPPK Tahap 2, Jangan Sepelekan Peringatan Profesor Hukum