Isu Penculikan Anak Mirip 2012, Ulah Siapa?

Selain itu, kepolisian juga telah melakukan kerja sama dengan sekolah.
Bersama-sama mengawasi siswa ketika berada di lingkungan sekolah.
Bhabinkamtibmas dan Babinsa, pun diharapkan ikut membantu. Segera melaporkan apabila melihat hal yang mencurigakan.
”Kami juga mengimbau agar orang tua melakukan pengawasan, jangan mudah mempercayai orang yang tidak dikenal,” sarannya.
Tri Budi melanjutkan, jika masyarakat mendapat pesan singkat adanya kabar penculikan, diharapkan segera menghubungi Bhabinkamtibmas maupun Babinsa. Ini guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Sementara itu, Koordinator Divisi Hukum dan Advokasi Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB Joko Jumadi mengatakan, sejauh ini pihaknya belum mendapat laporan adanya penculikan anak di wilayah Pulau Lombok.
”Belum ada laporan ke LPA,” kata Joko, kemarin.
Menindaklanjuti isu tersebut, LPA NTB telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum. Hasilnya, mereka sepakat bahwa isu tersebut tidak benar.
Isu penculikan anak masih terus menyebar melalui pesan singkat dan media sosial. Masyarakat Lombok, NTB, mulai resah dengan isu ini.
- Kemenag: 7 Calon Jemaah Haji Asal Kota Mataram Meninggal Dunia
- Buka Suara soal Tudingan Dukung Israel, Anggun C Sasmi Bilang Begini
- Seusai Nonton Balap Liar, Warga Dianiaya Geng Motor
- Ribut-Ribut Nikita Mirzani dengan Fitri Salhuteru Berujung Laporan Polisi
- Begini Kronologi Penculikan Anak di Bekasi
- Kasus Pelecehan Seksual Sesama Jenis di Mataram, Polda NTB Minta Dukungan Puslabfor