Itu Sandi Baru Kerja Sama Bilateral Indonesia-Austrasia

jpnn.com - SURABAYA - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) Jajaran Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) akan menggelar latihan bersama bilateral antara Indonesia dan Royal Australian Navy (RAN). Latihan kedua negara ini menggunakan sandi New Horizon Ex-15.
Kolonel Laut (P) Didong Rio Duta, ST menyampaikana hal itu kepada Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksda TNI Darwanto selaku penyelenggara latihan, di Surabaya, Rabu (2/9).
Kepala Dinas Penerangan Koarmatim, Letkol Laut (KH) Maman Sulaeman menjelaskan, paparan tersebut meliputi gambaran tentang fokus kegiatan dalam bidang Military Operation Other Than War (MOOTW) dan pelaksaan tiga kegiatan, yaitu Harbour Phase, Sea Phase, dan Post Exercise Phase.
Dari TNI AL akan melibatkan 2 KRI, 1 Heli, 1 MPA. Sedangkan dari Royal Australian Navy (RAN) akan melibatkan 2 HMAS, dan 1 Heli.
Materi latihan pada Latma Exercise New Horizon 2015 adalah materi latihan berupa peperangan umum (AAW, ASW, AsuW), Tactical Maneuvering (TACMAN), RAS, communications Exercise, Gunnery Exercise (GUNNEX), NEX, Photo Exercise (PHOTEX) dan operasi heli guna meningkatkan kerja sama bilateral antar TNI AL dan RAN.
Hadir dalam paparan tersebut, Kasarmatim Laksamana Pertama TNI Mintoro Yulianto,, Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmatim Laksma TNI I.N.G. Ariawan, Pejabat Utama Koarmatim serta Komandan KRI yang berada di pangkalan.(fri)
SURABAYA - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) Jajaran Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) akan menggelar latihan bersama bilateral
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- H+6 Lebaran, 50 Persen Pemudik Sudah Kembali ke Barat Lewat Tol
- Situasi Lebaran di Jateng Berjalan Normal, One Way Nasional Mulai Diberlakukan
- One Way Nasional Resmi Dibuka untuk Antisipasi Arus Balik Lebaran, Pemudik Wajib Tahu
- Contraflow Tol Jagorawi Arah Puncak Kembali Diberlakukan
- Dukung UMKM, Pemprov Jakarta Siapkan Anggaran Rp 300 Miliar
- Gubernur Sulteng Bantu Biaya Pemulangan Jenazah Jurnalis Situr Wijaya