Iwakum Kecam Dugaan Intimidasi Wartawan oleh Ajudan Panglima TNI

jpnn.com, JAKARTA - Ikatan Wartawan Hukum (Iwakum) mengecam dugaan intimidasi yang dialami jurnalis Kompas.com Adhyasta Dirgantara, oleh seorang anggota tim pengawalan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Insiden ini terjadi saat Adhyasta meliput kegiatan bakti sosial TNI dan Polri di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta.
Ketua Umum Iwakum Irfan Kamil menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pelanggaran terhadap kebebasan pers dan bertentangan dengan prinsip perlindungan jurnalis dalam menjalankan tugasnya.
“Kami mengecam tindakan ini dan meminta pihak berwenang untuk segera mengusut kejadian tersebut secara transparan dan adil. Wartawan memiliki hak untuk bekerja tanpa tekanan atau intimidasi,” tegas Irfan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (27/2).
Irfan menambahkan bahwa pers memiliki peran penting dalam menyediakan informasi yang akurat bagi masyarakat. Oleh karena itu, jurnalis harus diberi ruang untuk bekerja dengan aman tanpa ancaman atau kekerasan.
Dalam pernyataannya, Irfan mengingatkan bahwa wartawan dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Pasal 8 UU tersebut menyatakan bahwa wartawan berhak mendapatkan perlindungan hukum dalam menjalankan profesinya.
Selain itu, Pasal 18 UU Pers mengatur sanksi pidana bagi siapa pun yang menghalangi kerja jurnalis. Pasal tersebut berbunyi:
"Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta."
Iwakum menekankan bahwa kebebasan pers adalah pilar utama demokrasi yang harus dijaga oleh semua pihak, termasuk institusi negara. Oleh karena itu, mereka mendesak Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto untuk mengambil langkah tegas guna memastikan kejadian serupa tidak terulang.
Ketua Umum Iwakum Irfan Kamil menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pelanggaran terhadap kebebasan pers.
- Ajudan Panglima TNI Diduga Intimidasi Wartawan, Iwakum Mengecam & Tuntut Pengusutan
- Ternyata Prajurit TNI di Daerah Dapat Jatah Motor Listrik
- Sahroni Minta Penyerangan Polres Tarakan oleh Oknum TNI Diusut Transparan
- TB Hasanuddin Kecam Ulah Oknum TNI Serang Polres Tarakan
- Kapolri Jenderal Listyo Tegaskan TNI-Polri tetap Solid Pascainsiden di Mapolres Tarakan
- Ini Penyebab Prajurit TNI Serang Polres Tarakan