IWIP Berkomitmen Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat Maluku Utara

jpnn.com, MALUKU UTARA - Kawasan industri nikel terintegrasi Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) berkomitmen meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Maluku Utara.
Sejak beroperasi pada 2018, IWIP telah meluncurkan sejumlah inisiatif yang mencakup pendidikan, kesehatan, sosial budaya, lingkungan, dan pengembangan ekonomi masyarakat lokal.
General Manager Sustainable Development IWIP Erry Kurniawan mengungkapkan, perusahaan telah turut andil dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar.
Hal itu dilakukan melalui berbagai program CSR yang berfokus pada sektor pendidikan, kesehatan, sosial budaya dan lingkungan, serta pengembangan ekonomi masyarakat lokal.
Pada sektor pendidikan, IWIP memberikan bantuan sarana dan prasarana kepada lebih dari 25 sekolah dan pesantren. IWIP juga telah melaksanakan program pelatihan pandai berhitung cepat dan pengentasan buta huruf di Halmahera Tengah.
"IWIP pun telah melaksanakan program beasiswa Weda Bay kepada mahasiswa di tingkat vokasi hingga pascasarjana, dan juga memberikan peralatan laboratorium untuk Fakultas Kedokteran dan Fakultas Teknik Universitas Khairun Ternate,” ungkap Erry, dalam keterangannya, Kamis (18/7).
Saat ini, perusahaan telah melakukan kerja sama dengan pemerintah dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dalam menjalankan program beasiswa luar negeri bagi mahasiswa-mahasiswi Indonesia.
Di sektor kesehatan, IWIP memberikan 10 tabung gas untuk puskesmas, membangun 6 paviliun di RSUD Weda, mendukung studi banding tenaga kesehatan ke luar negeri, dan meningkatkan pelayanan serta fasilitas kesehatan di Halmahera Tengah dan Timur, termasuk pemberian 3 unit mobil ambulans dan pembangunan Puskesmas Rawat Inap.
IWIP berkomitmen meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Maluku Utara. Simak selengkapnya
- Algonova Bantu Asah Keterampilan Anak-anak Sejak Dini
- Waka MPR Ibas Berharap Sekolah Rakyat Dibangun di Pacitan, Minta Bupati Siapkan Lahan
- Embay Mulya Syarif Nilai Bantuan PIK 2 untuk Serang Sebagai Peluang Ekonomi Lokal
- Wakil Ketua MPR Minta Penerapan Wajib Belajar 13 Tahun Dipersiapkan dengan Baik
- Dahulunya Terbengkalai, Danau Cinta Kini jadi Sarana Edukasi dan Ekonomi Warga
- Kemnaker dan Kemendikdasmen Teken MoU Sinkronisasi Pendidikan dan Ketenagakerjaan