Jabatan Panglima TNI Bisa Diperpanjang Hingga Pemilu 2024 Selesai

jpnn.com, JAKARTA - Sejumlah kalangan mempertanyakan munculnya wacana percepatan pensiun Panglima TNI Laksamana Yudo Margono demi pengamanan pemilu.
Salah satunya ialah pengamat militer dan pertahanan, Connie Rahakundini Bakrie yang mempertanyakan rencana pensiun dini untuk Laksamana Yudo Margono.
“Jangan-jangan ini hanya usaha untuk melakukan impeachment terhadap Panglima TNI Yudo Margono yang terkenal 'tegak lurus' dalam sikap dan prinsipnya,” kata Connie di Jakarta.
Connie menyoal pernyataan Gubernur Lemhanas, Andi Widjajanto dan politikus yang beberapa waktu lalu mengatakan bahwa tidak ideal bila Panglima TNI dan KSAD pensiun di saat tahapan kampanye pemilu sudah berlangsung.
“Indikator bahwa Pilpres tidak aman jika tidak ada atau ada percepatan pergantian apa?” sambung Connie.
Alih-alih masa jabatan Panglima TNI dipercepat seperti yang disampaikan oleh Gubernur Lemhanas, Connie berpendapat bahwa sebaiknya masa jabatan panglima TNI diperpanjang saja.
“Perpanjangan Panglima TNI adalah keniscayaan untuk keamanan Pilpres selain juga menuntaskan legacy Presiden tentang visi misi Poros Maritim Dunia dalam segala aspek pertahanan dan road map Alutsista hingga gelar postur serta doktrin,” tegas Connie.
Sementara untuk KSAD, menurutnya tidak masalah bila memang diganti atau tetap dipensiunkan pada November mendatang.
Connie Rahakundini Bakrie berpendapat bahwa sebaiknya masa jabatan Panglima TNI diperpanjang saja.
- Laksdya TNI Erwin S Aldedharma Berpeluang Jadi Panglima TNI
- TNI Kerahkan 66.714 Personel untuk Bantu Amankan Arus Mudik Lebaran 2025
- Sambut Hari Raya Idulfitri 2025, Panglima TNI Membuka Bazar Murah Demi Kesejahteraan Prajurit dan PNS
- Dedi Mulyadi Buka Opsi Revisi Kerja Sama dengan TNI AD
- Kerja Sama Dedi Mulyadi & KSAD Dinilai Melanggar UU TNI
- Panglima TNI Serahkan Paket Sembako Kepada Prajuritnya Menjelang Idulfitri 1446 H