Jabodetabek Dilanda Krisis Tahu-Tempe
Perajin Kedelai Stop Produksi Sampai Jumat
Rabu, 25 Juli 2012 – 06:17 WIB

MOGOK PRODUKSI TEMPE : Bapak Tasmadi, seorang pembuat tempe, sedang memperlihatkan hasil olahan tempenya yang sudah jadi di Daerah Kampung Rawa Ps. Gembrong, Jakarta Pusat, Selasa (24/07). Dia mengaku semua pembuat/pabrik tempe se-Jabotabek sepakat untuk tidak dulu memproduksi tempe karena bahan kedelai mahal dan kemungkinan mulai besok tempe sudah tidak ada di pasar selama beberapa hari. FOTO : KHAIRIZAL ANWAR / RAKYAT MERDEKA
Rencana mogok produksi tahu dan tempe selama tiga hari di Jabodetabek rupanya sudah sampai ke telinga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Juru Bicara Presiden Julian Aldrian Pasha menegaskan, Presiden meminta menteri terkait segera mengatasi hal itu secepatnya. "Ini menjadi perhatian pemerintah," kata Julian, kemarin.
Menurutnya, masalah ketersediaan atau stok kedelai sebagai bahan baku utama pembuatan tempe dan tahu menjadi perhatian bersama. "Presiden dan pemerintah memperhatikan hal tersebut. Dan semua pihak yang memiliki andil untuk bisa mengupayakan agar tidak terjadi kelangkaan dan harga yang meningkat dalam sektor kedelai," kata dia.
Di Bogor, aksi mogok perajin justru berlangsung panas. Puluhan massa yang tergabung dari paguyuban tahu-tempe Bogor, men-sweeping pabrik-pabrik tahu-tempe yang masih beroperasi. Dalam aksi itu, puluhan massa mendapati pabrik tempe di wilayah Kelapa Jaga, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor yang tetap masih beroperasi. Massa lalu menyita kacang kedelai milik pabrik tersebut dan meminta kepada pemilik pabrik untuk tidak beroperasi sementara waktu.
Aksi main sita itu terang saja memicu adu mulut. Pemilik pabrik, H Sam tidak bisa terima barangnya disita oleh massa. Pasalnya, Sam mengaku belum mendapatkan info jika dirinya harus tidak beroperasi. "Saya telat dapat infonya. Tapi kalau sudah tahu seperti ini, saya akan berhenti produksi," jelas Sam.
BOGOR- Jika masyarakat Eropa tengah merasakan krisis ekonomi, masyarakat di Indonesia justru sedang merasakan krisis tahu-tempe. Ya, belakangan ini,
BERITA TERKAIT
- Begini Penjelasan Bea Cukai soal Denda Pelanggaran Kepabeanan, Mohon Disimak!
- Bantu Mitra Pengemudi dan Merchant, Grab Menghadirkan Solusi Berbasis AgenticAI
- Bea Cukai Gencarkan Operasi Rokok Ilegal di Labuan Bajo dan Kediri, Ini Hasilnya
- IJMI Sebut Pekerja Sawit Indonesia Rawan Dieksploitasi
- KAI Logistik Optimalisasi Layanan Pra-Purna Angkutan BBM/BBK
- Genjot Ekspor, Bea Cukai Beri Izin Kawasan Berikat kepada Produsen Tas di Jepara